Petani Karet di Musi Banyuasin Dilatih Kendalikan Hama

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi CDN.

SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, memprogramkan pelatihan cara mengendalikan serangan hama kepada petani karet di daerahnya.

Pelatihan yang diagendakan di 2019 tersebut, untuk mencegah kerusakan tanaman dan menurunnya produksi getah karet di daerah tersebut. “Pelatihan tersebut dilakukan Dinas Perkebunan dengan menggelar Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT),” kata Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi di Sekayu, Kamis (21/3/2019).

Beni menyebut, pemerintah berkomitmen membantu petani karet dan petani lain, untuk mengendalikan dan mengurangi serangan hama. Hal itu untuk mendorong agar produksi kebun tidak mengalami penyusutan, yang dapat berimbas pada penurunan pendapatan petani.

Selain membekali dengan pendidikan pengendalian hama, pemerintah daerah juga memberikan hibah berupa jamur Trichoderma dan cangkul kepada petani setempat. Bantuan hibah tersebut diberikan secara bertahap, kepada petani yang lahan perkebunannya sering menghadapi masalah serangan organisme pengganggu tanaman.

Trichoderma, merupakan salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida. Keberadaanya sengaja dibiakkan ke dalam media seperti kompos, sekam dan tanah untuk mengurangi serangan hama seperti Jamur Akar Putih (JAP).

Petugas Dinas Perkebunan Musi Banyuasin, didorong melakukan sosialisasi kepada petani mengenai cara pengendalian hama JAP, dan memberikan bantuan Trichoderma yang dinilai efektif untuk mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar yang menyebabkan tanaman layu, dan penyakit jamur akar putih.

“Melalui upaya tersebut diharapkan masalah serangan hama atau organisme pengganggu tanaman dapat diatasi dengan baik sehingga kualitas kebun karet petani di Bumi Serasan Sekate ini semakin baik,” pungkas Wabup. (Ant)

Lihat juga...