hut

Pokdarwis di Lamsel Diminta Manfaatkan Teknologi Digital

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Keberadaan teknologi digital memberi kemudahan di sejumlah sektor, salah satunya pengembangan pariwisata. Syaifuddin Djamilus, Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), mengatakan, salah satu teknologi digital yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sektor pariwisata, khususnya di Lamsel, adalah media sosial, surat elektronik (surel), fotografi dan kecanggihan gawai.

Syaifuddin Djamilus menyebut, sebelumnya objek wisata kerap didokumentasikan dengan kamera pocket, lalu film dicetak, selanjutnya kamera digital jenis Single Lens Reflex (SLR).

Para peserta pelatihan tata kelola destinasi pariwisata Lampung Selatan, melakukan praktik pengambilan foto objek wisata untuk media promosi -Foto: Henk Widi

Perkembangan selanjutnya, objek wisata mulai didokumentasikan memakai kamera seluler yang terkoneksi dengan akun media sosial. Imbas positifnya, sejumlah destinasi wisata di Lamsel semakin dikenal oleh wisatawan lokal di wilayah Lampung, hingga luar Lampung melalui promosi media sosial.

Meski demikian, Syaifuddin Djamilus tidak menampik sejumlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) belum memaksimalkan potensi tersebut.

Berdasarkan data, dari sekitar 28 Pokdarwis yang ada di Lamsel ia baru ada sekitar lebih dari 5 Pokdarwis yang memaksimalkan potensi tersebut. Salah satu potensi, di antaranya memaksimalkan media sosial Instagram, Facebook sekaligus penggunaan aplikasi Google Maps pada sebuah objek wisata untuk promosi.

“Era digitalisasi yang saat ini memasuki revolusi industri 4.0, dengan pengoptimalan teknologi untuk peningkatan produktivitas dan pengembangan perekonomian, salah satunya pada sektor pariwisata,” terang Syaifuddin Djamilus, Jumat (22/3/2019).

Menurut Syaifuddin Djamilus, ekosistem dan komunikasi yang terbentuk dalam sektor usaha pariwisata, sangat tergantung pada teknologi. Sejumlah Pokdarwis diajak untuk memaksimalkan teknologi tersebut untuk promosi.

Teknologi dengan memanfaatkan revolusi industri 4.0 tersebut, diakuinya bisa mengurangi biaya operasional. Pada konteks dunia pariwisata, peran promosi melalui penggunaan foto yang dihasilkan oleh kamera DSLR, telepon pintar ikut mendukung tujuan tersebut.

Sebanyak 40 peserta, di antaranya para ketua Pokdarwis dan pengurus di Lamsel, dilatih untuk memaksimalkan potensi tersebut. Melalui pelatihan tata kelola destinasi pariwisata, Pokdarwis bisa melakukan manajemen pengelolaan pariwisata, strategi pengembangan dan promosi destinasi pariwisata, dan memiliki dasar ilmu fotografi.

Pokdarwis, sebutnya, juga diberi dasar-dasar memaksimalkan fungsi media sosial Instagram, Facebook,Youtube, dengan metode pengambilan foto yang layak untuk menjadi media promosi.

Syaifuddin Djamilus menyebut, salah satu contoh Pokdarwis yang sudah memaksimalkan teknologi tersebut, di antaranya Pokdarwis Minang Rua Bahari dan Pokdarwis Ragom Helau, di Kecamatan Bakauheni.

Syaifuddin Djamilus, Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan -Foto: Henk Widi

Pemakaian foto, video yang sudah dikonsep secara apik oleh tim publikasi Pokdarwis, mampu menghasilkan foto dan video yang semakin menarik wisatawan untuk berkunjung. Contoh positif tersebut akan terus ditularkan ke Pokdarwis lain untuk semakin meningkatkan sektor pariwisata.

Salah satu pemateri ilmu dasar fotografi, Sigit Asmoro Nugroho, selaku Professional Photographer Aerial Lampung, menyebut promosi dengan fotografi menjadi hal mutlak pada era teknologi. Sejumlah pelaku usaha pariwisata bahari, tirta, wisata buatan serta fasilitas pendukung berupa hotel, restoran mulai membutuhkan foto sebagai media promosi.

Selain untuk brosur promosi dalam wujud kertas, penggunaan promosi melalui media sosial dan web (laman) membutuhkan foto dan video yang menarik.

“Anggota Pokdarwis harus bisa mengambil momen foto terbaik, agar bisa dipergunakan untuk promosi destinasi wisata, termasuk memaksimalkan media sosial,”tegas Sigit Asmoro Nugroho.

Teknik pengambilan foto, pencahayaan, penyuntingan (editing) hingga sebuah foto bisa menjadi sebuah promosi diajarkan oleh Sigit Asmoro Nugroho. Para peserta pelatihan yang mulai melakukan pelatihan sejak Rabu (20/3) hingga Jumat (22/3), juga diberi kesempatan mengambil objek menggunakan kamera telepon seluler.

Objek yang diambil di antaranya pantai wisata Krakatau Kahay Beach di Desa Batu Balak, sekaligus lokasi pelatihan. Sesuai perkembangan teknologi, ia menyebut foto bisa dihasilkan menggunakan kamera DSLR hingga kamera telepon seluler.

Poin penting dari sejumlah teknik pengambilan gambar, sebut  Sigit Asmoro Nugroho, dilakukan untuk menghasilkan foto dan video terbaik. Hasil foto tersebut selanjutnya bisa diunggah melalui akun resmi setiap Pokdarwis, sebagai bukti penanganan promosi dilakukan secara profesional.

Akun media sosial yang bisa dipergunakan, di antaranya Facebook, Instagram hingga website. Fotografi sangat berkaitan dengan manajemen pengelolaan serta strategi pengembangan dan promosi.

Ketua Pokdarwis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Rahmat, mengaku, selama ini media sosial Instagram sangat membantu promosi destinasi pariwisata.

Ia menyebut, destinasi wisata pantai Belebuk Karang Indah yang dikelola Pokdarwis Ragom Helau, semakin dikenal imbas dari promosi melalui media sosial. Peran serta generasi muda dalam keanggotaan Pokdarwis, diakuinya ikut mendukung promosi melalui pemanfaatan tekhnologi.

Meski sudah memiliki akun resmi untuk kegiatan promosi wisata, melalui pelatihan manajemen dan fotografi, Rahmat berharap Pokdarwis bisa terus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki.

Melalui pelatihan pemaksimalan teknologi tersebut, sektor wisata bahari diakuinya bisa berkembang. Pasalnya usai tsunami pada 22 Desember 2018 silam destinasi wisata pantai Belebuk rusak termasuk sejumlah fasilitas penunjang.

“Usai tsunami, Pokdarwis harus membangun objek wisata pantai Belebuk dari nol, pelatihan manajemen tata kelola termasuk fotografi akan kami terapkan untuk pengembangan pariwisata selanjutnya,” tegas Rahmat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Selatan, Yuda Sukmarina, S.Sos., MM., mengapresiasi peran serta Pokdarwis. Pelatihan bagi para pelaku usaha kepariwisataan usai tsunami, merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Lamsel mendukung sektor pariwisata, usai diterjang tsunami.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pada Februari telah digelar trauma healing bagi pelaku usaha pariwisata di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa. Selanjutnya, kegiatan pelatihan tata kelola destinasi pariwisata digelar atas dukungan Kementerian Pariwisata.

Bangkitnya sektor pariwisata di Lamsel, diakuinya merupakan salah satu langkah membantu peningkatan perekonomian pascatsunami. Perkembangan Pokdarwis sektor pariwisata bahari yang ikut rusak akibat tsunami, menjadi sebuah contoh Lamsel bangkit.

Yuda Sukmarina berharap, keberadaan Pokdarwis bisa memanfaatkan teknologi untuk peningkatan sektor pariwisata yang ada.

“Peran serta pemerintah, Pokdarwis dan pihak swasta telah ikut mendukung dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata di Lamsel,” tegasnya.

Yuda Sukmarina juga menyebut, saat ini di Lamsel ada 28 Pokdarwis yang memiliki legalitas berupa Surat Keputusan (SK) bupati dan kepala desa. Pokdarwis yang sudah ada, agar bisa berkoordinasi dengan desa dan dinas pariwisata dan kebudayaan terkait pelaporan kegiatan.

Selain itu, koordinasi dengan sesama Pokdarwis harus dilakukan untuk memajukan sektor pariwisata di Lamsel dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lihat juga...