Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan Daging dan Burung Tanpa Dokumen

Editor: Satmoko Budi Santoso

119

LAMPUNG – Kepolisian Resort Lampung Selatan melalui Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil mengamankan penyelundupan daging celeng tanpa dokumen.

Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhamad Syarhan, S.IK menyebut, KSKP mengamankan sebanyak 9 buah karung (koli) plastik warna putih dengan berat masing-masing 100 kilogram.

Karung plastik berisi daging celeng sebanyak 900 Kg diangkut menggunakan truk ekspedisi warna merah bermuatan rongsokan asal Bengkulu.

AKPB Muhamad Syarhan menyebut, pengungkapan kasus tersebut dilakukan dalam razia rutin di pintu masuk area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Kendaraan truk bernomor polisi BG 8007 SI tersebut diamankan saat akan menyeberang menggunakan kapal laut menuju ke pulau Jawa.

Saat dilakukan pemeriksaan pada bagian bak truk tersebut ditemukan sekitar 5 ton kardus rongsokan. Pada bagian bawah tumpukan kardus rongsokan tersebut ditemukan daging celeng tanpa dokumen.

Pada saat dilakukan penggeledahan, truk dikendarai oleh Madri bin Lita, warga Muara Bangka Hulu Kodya Bengkulu. Berdasarkan pengakuan pengemudi kepada petugas, Madri menyebut, membawa daging celeng tersebut dari Bengkulu atas pesanan Ketut Teja dan akan dikirimkan kepada seseorang bernama Purba.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Balai Karantina Pertanian Bandarlampung.

“Barang bukti daging celeng berikut pengemudi sementara diperiksa untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diserahkan kepada pihak karantina untuk dilakukan,” terang Kapolres Lamsel, AKBP Muhamad Syarhan, S.IK di halaman KSKP Bakauheni, Sabtu (16/3/2019).

Modus pengiriman daging celeng tersebut disebut AKBP Muhamad Syarhan, diakuinya merupakan modus lama dengan menyamarkan memakai barang lain.

Ia menyebut, upaya pencegahan komoditas tanpa dokumen tersebut dilakukan berkat kejelian petugas termasuk upaya menggagalkan narkotika dan barang-barang yang melanggar hukum. Sebagai langkah penanganan selanjutnya kepolisian akan menyerahkan proses penindakan kasus penyelundupan daging celeng.

Didampingi Kepala KSKP Bakauheni, AKP Poeloeng Arsan Sidanu, Kapolres Lamsel menyebut, pengemudi tersebut dijanjikan diupah sebesar Rp4 juta untuk pengiriman daging celeng tersebut.

Pengemudi baru diberi upah untuk uang jalan sebesar Rp2j uta dan sisanya akan diberikan setelah daging tersebut tiba di Balaraja, Tangerang Banten. Modus yang dipergunakan oleh penyelundup daging celeng tersebut merupakan modus lama dengan menggunakan kendaraan ekspedisi.

“Petugas sedang melakukan pengembangan karena pengemudi mengetahui pengirim daging celeng tersebut,” terang AKBP Muhamad Syarhan.

Sementara itu, FX. Marthyn, A, pembantu penyidik Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung mengapresiasi kinerja kepolisian.

Ia menyebut, selama ini koordinasi antara pihak kepolisian dilakukan untuk mencegah komoditas pertanian tanpa dokumen dilalulintaskan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui pelabuhan penyeberangan Bakauheni.

FX. Marthyn menyebut, penyelundupan daging celeng tersebut dipastikan melanggar tindak pidana membawa, mengangkut, mengirimkan daging celeng tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Akibat perbuatannya, pelaku penyelundupan melanggar pasal 31 Undang Undang RI Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Sesuai dengan undang undang tersebut pelaku bisa diancam dengan hukuman penjara selama 3 tahun dan denda sebanyak Rp150 juta.

“Daging celeng yang dilalulintaskan tidak dilengkapi dokumen yang sah, alat angkut tidak sesuai dan tidak dilaporkan ke petugas karantina,” beber FX. Marthyn. A.

Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung disebutnya akan melakukan pengembangan kasus penyelundupan daging celeng tersebut. Barang bukti daging celeng tersebut selanjutnya akan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pengamanan daging celeng tanpa dokumen, petugas juga mendapat penyerahan pengamanan ratusan ekor burung tanpa dokumen.

Ratusan ekor burung kicau diamankan oleh KSKP Bakauheni – Foto: Henk Widi

Ratusan ekor burung tersebut juga hasil pengamanan petugas KSKP Bakauheni dari bus penumpang.

Sebanyak 200 ekor burung tersebut merupakan jenis burung kicau meliputi burung betet, pleci, kolobri, cucak ranting.

Berbagai jenis burung kicau tersebut dibawa dalam sebanyak 18 keranjang yang diletakkan dalam bagasi kendaraan. Setelah proses penyerahan dari KSKP Bakauheni, ratusan ekor burung tersebut akan dilepasliarkan.

Baca Juga
Lihat juga...