Presiden Pastikan Pembangunan RTG di Lombok, Berlanjut

Editor: Koko Triarko

191

MATARAM – Presiden Joko Widodo, memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga benar-benar siap ditempati.

“Tidak usah khawatir, pemerintah memastikan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan rumah korban gempa akan dituntaskan sampai jadi,” kata Presiden, menanggapi kekhawatiran sejumlah masyarakat korban gempa, terkait keberlanjutan rehabilitasi dan rekonstruksi usai Pemilu 2019, saat mengunjungi dan meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di Lombok, Jumat (22/3/2019).

Dia menegaskan, pemerintah tidak hanya melakukan upaya rekonstruksi bencana di Lombok, melainkan juga tempat bencana lain, seperti Palu, Donggala, dan Banten.

Dikatakan, pemerintah pusat sudah mentransfer dana untuk rehab dan rekonstruksi  korban gempa Rp5,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,5 trilun sudah dicairkan kepada masyarakat.

“Uang sebetulnya sudah masuk sebelum Desember, Rp3,5 trilun. Kemarin sudah ditambah lagi Rp1,6 triliun, itu sebagai bukti komitmen pemerintah menuntaskan rehab dan rekonstruksi, jadi jangan sampai ada berita-berita bohong yang datang kepada bapak-ibu sekalian, dana tidak cair segala,” katanya.

Dengan dana tersebut, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB diharapkan bisa berjalan cepat. Sehingga, masyarakat dapat hidup normal kembali di tengah-tengah masyarakat.

Meski demikian, Presiden mengingatkan, agar rumah yang dibangun itu benar-benar tahan gempa. Sebab, NTB termasuk kawasan yang berada di daerah rawan gempa atau ring of fire.

“Kalau rumah tahan gempa bisa dibangun, maka masyarakat dapat hidup menyatu dengan alam. Seperti Jepang yang sering dilanda gempa, namun bisa hidup berdampingan dengan alam,” katanya.

Presiden juga mengingatkan, bahwa rumah yang dibangun kembali di NTB ini sekitar 216.000 rumah, jumlah yang tidak sedikit. Meski sebagian masih dalam proses pembangunan, pemerintah akan terus berupaya menyelesaikannya. Karena, daerah yang dilanda gempa bumi ini tidak hanya di Lombok, namun juga di daerah lain, seperti Palu,  Donggala dan Sigi,  Sulawesi Tengah.

Untuk mengatasi kelangkaan material bangunan, Presiden sudah memerintahkan menteri terkait untuk segera mengirimkan material bangunan yang masih kekurangan. Seperti semen, besi serta bahan bangunan lain.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang telah datang kembali, menjadi secara langsung kegiatan rekon dan rehab rumah masyarakat korban gempa, dan berharap kedatangan presiden kali ini dapat mempercepat proses pembangunan rumah di NTB.

Lihat juga...