Produk Furnitur Indonesia Diminati Konsumen Dunia

150

JAKARTA  – Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan, pasar furnitur Indonesia sangat menarik bagi konsumen dunia, yang terlihat dari antusiasme pada pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019.

Jiffina merupakan pameran ke-4 terbesar yang masuk ke dalam lingkaran pameran furnitur di Asia.

“Antusiasme buyer untuk mencari furnitur terbaik kita terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Gati lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Untuk itu, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKMA terus memfasilitasi keikutsertaan sejumlah IKM furnitur dan kerajinan dalam negeri untuk bisa tampil di Jiffina selaku ajang pameran berskala internasional.

Upaya ini dapat memacu pengembangan dan kemudahan akses pasar IKM nasional ke kancah global.

Jiffina 2019 yang digelar di Yudhistira Hall Jogja Expo Centre Yogyakarta pada tanggal 13-16 Maret 2019 ini merupakan pameran furnitur terlengkap yang dikemas dengan berbagai penawaran menarik bagi para pembeli potensial, termasuk kunjungan perusahaan dan wisatawan Jogja.

Tahun ini, pameran Jiffina menargetkan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 4.000 orang dengan total 910 pembeli potensial dari 48 negara.

Pembeli dari negara baru bermunculan pada pameran kali ini, antara lain Burundi, Skotlanda, Lebanon, Belarus, dan beberapa negara Uni Eropa.

Nilai transaksi penjualan diproyeksi menembus hingga Rp100 miliar atau naik Rp30 miliar dibandingkan perolehan tahun lalu.

Pada Jiffina 2019, Kemenperin memfasilitasi booth seluas 430 m2, dengan peserta yang berasal dari koperasi binaannya, yaitu 4 koperasi dengan total 18 IKM.

Mereka di antaranya adalah Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Asal Solo Raya (KIMKAS), Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Jepara (KIDJAR), Masyarakat Industri Mebel dan Kerajinan asal Mataram, Yogya (MAKAREMA), serta Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Semarang (KOPIMESEM).

Pameran Jiffina tahun 2019 ini mengusung tema “The Innovation, Lifestyle for Sustainable Forest”, yang mempunyai implikasi luar biasa ketika tema ini diterapkan oleh pelaku industri furnitur dan kerajinan.

“Setiap industri harus memiliki strategi bisnis dalam jangka panjang, terutama terkait dengan sustainability bahan baku. Sehingga sebagai pelaku usaha, industri terutama IKM dituntut bijak dan kreatif dalam merancang desain produknya,” jelas Gati. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...