Reformasi Birokrasi di Denpasar Dengan Inovasi Pelayanan Publik

Editor: Mahadeva

242

BADUNG – Pemkot Denpasar terus berinovasi untuk mendukung percepatan reformasi birokrasi. Diantaranya dengan membuat program, Pelayanan Rakyat Online (PRO Denpasar), Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Si Darling), Denpasar Safe Community, Bank Sampah.

Inovasi yang disiapkan lebih kepada upaya memberi kemudahan masyarakat. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, saat menjadi narasumber Public Administration Reform and National Development in Indonesia, Korea and South East Asia, Jumat (15/3/2019).

Program diwujudkan dengan membangun sistem yang terintegrasi secara menyeluruh. Saat ini di lingkungan Pemkot Denpasar terdapat 138 aplikasi, yang kesemuanya terintegrasi. Hal itu untuk menciptakan transparansi bagi masyarakat.

Pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, dapat dilaksanakan oleh masyarakat secara langsung. “Dengan adanya sistem yang dikemas dalam aplikasi, sebagai pengejawantahan Denpasar Smart City, tentunya masyarakat dapat mengawasi secara langsung tata kelola pemerintahan, dan hal ini dilaksanakan guna percepatan reformasi birokrasi serta menciptakan good goverment,” tambah Rai Mantra.

Inovasi yang diberikan Pemkot Denpasar diklaim tidak hanya untuk masa kini. Programnya keberlanjutan, untuk masa depan. Sehingga, pola edukasi terus dilakukan untuk mewujudkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.“Penataan sungai, penerapan Perwali 36 tahun 2018, tentang pengurangan sampah plastik, serta berbagai terobosan lainya, adalah untuk mengedukasi masyarakat agar aktif serta peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.

Rai Mantra mengklaim, inovasi yang dimiliki sejalan dengan amanat Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres mengamanatkan adanya sistem yang lebih cepat, lebih baik serta lebih efisien. “Denpasar berupaya melaksanakan percepatan reformasi birokrasi, dalam balutan Denpasar Smart City, dengan berbagai inovasi serta terobosan, guna memberikan pelayanan publik yang maksimal,” paparnya.

Rai Mantra juga menambahkan bahwa selain pelayanan bagi masyarakat, juga diupayakan peningkatan kinerja ASN. Hal itu dilakukan dengan usaha berbasis kinerja, yang membuat Pemkot Denpasar sukses menyandang predikat SAKIP BB. “SAKIP merupakan bentuk reformasi birokrasi. Dengan SAKIP, tata kelola pemerintah, utamanya penggunaan anggaran dapat efisien dan tepat sasaran,” pungkas Rai Mantra.

Lihat juga...