Rencana Kenaikan Gaji PNS Belum Jelas

Editor: Mahadeva

263

PURWOKERTO – Rencana kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di 2019, sampai saat ini belum memiliki kejelasan.

Meskipun Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pembayaran kenaikan gaji PNS sudah dikeluarkan. Namun sampai dengan pertengahan Maret ini, daerah belum menerima petunjuk teknis pembayaran kenaikan gaji tersebut.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto, mengatakan, rencana kenaikan gaji PNS sebesar lima persen, diberlakukan mulai Januari 2019. Tetapi sampai saat ini, pemerintah pusat melalui Kementrian Keuangan belum mengeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan tersebut. ʺKarena belum ada petunjuk teknis, maka kita juga belum berani untuk memastikan, kapan pembayaran kenaikan gaji tersebut,ʺ jelas Eko, Jumat (15/3/2019).

Terkait santernya informasi, pembayaran rapelan kenaikan gaji akan dilakukan pada April, Eko juga belum bisa memastikan. ʺDirapel mulai bulan Januari atau tidak, kita masih tunggu informasi resmi dari pusat,ʺ tandasnya.

Meskipun belum memiliki kepastian, Pemkab Banyumas sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk rapelan kenaikan gaji PNS di 2019. Total anggaran yang disiapkan untuk membayar kenaikan gaji mencapai Rp 33,5 miliar.

Anggaran tersebut untuk pembayaran kenaikan gaji sebesar 5 persen selama satu tahun. Data Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Banyumas, jumlah PNS di daerah tersebut 12.300 orang. Yang sudah masuk usia pensiun di 2019, sekira 400 orang.

Kepala BKKD Kabupaten Banyumas, Achmad Supartono, menjelaskan, setiap tahunnya rata-rata ada sekira 100 orang PNS yang pensiun. Setiap tahunnya, jumlah PNS terus mengalami pengurangan. Perekrutan PNS baru, jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding jumlah PNS yang pensiun. Di 2018, Pemkab Banyumas menerima PNS baru 654 orang. Penerimaan PNS berikutnya adalah di 2014, sebanyak 46 orang.

ʺSetiap tahun jumlah PNS yang pensiun kisaran 400 orang, sementara penerimaan PNS baru tidak dilakukan setiap tahun dan jumlahnya pun sangat variatif. Sehingga jauh lebih banyak yang pensiun dibanding penerimaan PNS baru,ʺ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...