hut

Saksi Sejarah: Soeharto Mujahid Penyelamat Bangsa dari Komunisme

Editor: Koko Triarko

KEDIRI – Bagi masyarakat Kediri, Pak Harto adalah seorang mujahid yang telah berjuang menyelamatkan rakyat Indonesia dari bahaya ideologi komunis. Sosoknya sangat melekat dalam ingatan kolektif warga Kediri. Betapa Soeharto telah menyelamatkan negeri ini dari komunis.

Demikian disampaikan salah satu tokoh masyarakat setempat, Aisyah Ulfa, yang juga calon legislatif Dapil VI Jawa Timur Partai Berkarya, saat sambutan kedatangan Siti Hardijanti Rukmana bersama sang adik, Siti Hutami Endang Adiningsih dan rombongan di Desa Candirejo,  Tegowangi, Plemahan, Kediri, Sabtu (30/3/2019).

Aisyah Ulfa, Caleg Dapil VI Jawa Timur, saat memberi sambutan pada sambung rasa bersama Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) di Desa Candirejo Tegowangi, Plemahan, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019). -Foto:Koni

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir pula saksi sejarah PKI setempat, Ibrahim Rais. Meski sudah renta, namun ingatannya masih jelas mengenang peristiwa kelam sejarah tersebut.

Ibrahim Rais pun menceritakan bagaimana perjuangan para santri dan anak-anak muda Islam kala itu, dalam melawan komunis atau PKI di Kediri. Menurutnya, para santri dan kiai diserang massa bersenjata yang tergabung dalam PKI. Tragedi penyerangan besar-besaran oleh PKI kepada kalangan pesantren untuk pertama kalinya di Kediri.

“Alhamdulillah, pemberontakan yang berujung hingga para jenderal dibunuh di Lubang Buaya, bisa diberantas oleh Pak Harto. Beliau telah menyelamatkan bangsa dari aliran paham komunis,” katanya.

Sebagai rasa hormat dan kerinduannya kepada Soeharto, Rais Ibrahim memberikan kenangan sebuah bingkai kepada Siti Hardijanti Rukmana.

Sementara itu, Aisyah Ulfa, menambahkan, kehadiran kedua putri Cendana di Kediri mampu mengobati kerinduan masyarakat Kediri, Jawa Timur, terhadap sosok Presiden Soeharto. Calon legislatif (Caleg) Dapil VI Jawa Timur, Aisyah Ulfa, mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas kehadiran kedua putri presiden legendaris tersebut.

“Rumah ini sebagai basis mujahid aktivis muslim. Di seberang sana melawan Partai Komunis Indonesia (PKI). Ini yang perlu jadi catatan, betapa kita berterima kasih kepada Pak Harto, seorang mujahid telah menyelamatkan bangsa ini dari bahaya ideologi komunis,” kata Aisyah, disambut histeris hadirin.

Menurutnya, di Kediri belum lama ini banyak beredar buku tentang komunis. Tapi, ia bersyukur masyarakat dan aparat cepat bergerak mengamankan, hingga Kediri menjadi kondusif lagi.

“Alhamdulillah, buku-buku tentang paham komunis itu bisa diamankan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran kedua putri Cendana telah membangkitkan kenangan kepada sosok mujahid Indonesia yang sangat bijaksana.

“Terima kasih, Ibu Tutut dan Ibu Mamiek, telah hadir di Desa Candirejo Tegowangi, Plemahan, Kediri. Ini sangat mengobati kerinduan kami kepada Pak Harto, seorang mujahid,” ujarnya.

Ia menegaskan, Partai Berkarya sudah dikenal dan disegani, bahkan  dicintai masyarakat. Terlebih, Partai Berkarya dilahirkan oleh putra-putri Presiden Soeharto, seorang Bapak Pembangunan.

“Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan dukungan dari masyarakat Kediri untuk berjuang memenangkan Partai Berkarya di Pemilu, demi terwujudnya Indonesia adil dan makmur,” kata Aisyah.

Lihat juga...