Saluran Irigasi Ini Disulap Jadi Wisata Tubing Eksotik

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.119

BANYUMAS – Wisata alam saat ini sangat diminati. Melihat peluang tersebut, para anak muda di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas tergerak untuk memanfaatkan keindahan dan potensi desa menjadi tempat wisata.

Aliran irigasi Jurangmangu yang memanjang, berkelok dan naik-turun pada beberapa lokasi, disulap menjadi jalur wisata tubing nan eksotik.

Salah satu pemrakarsa wisata alam tersebut, Nugroho Purwohandoyo, mengatakan, keindahan desa yang terletak di kecamatan paling ujung barat di Kabupaten Banyumas ini sudah tidak diragukan lagi.

Pemandangan alam nan asri serta suasana pedesaan yang jauh dari hingar bingar perkotaan, diyakini mampu menarik pengunjung.

Pemrakarsa wisata tubing, Nugroho Purwohandoro (membawa ban kiri) dan Edi Romadhon (tengah). Foto: Hermiana E. Effendi

ʺAwalnya kami berempat, saya, kemudian senior saya, Mas Edi Romadhon, Bu Eko Sri Rahayu dan teman dari pencinta alam, Purwa Cahya Setia Widi, melihat saluran irigasi Jurangmangu sangat bersih, jernih dan arus airnya cukup deras.

Lalu terbesit untuk mengolahnya menjadi tempat wisata tubing. Kami datang ke Kades Tumiyang, Pak Sugeng dan beliau menyambut sangat antusias gagasan kami,ʺ tutur Nugroho, Minggu (17/3/2019).

Panjang saluran irigasi yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata tubing sepanjang 2 kilometer dan ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Jernihnya air serta pemandangan di sepanjang rute tubing, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmatinya.

Rute tubing sangat aman, dan ada petugas yang memandu untuk tiap rombongan. Untuk anak-anak juga disediakan rute khusus yang tidak terlalu panjang, hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Sehingga tempat ini juga cocok untuk wisata keluarga.

ʺJalur tubing aman, tetapi juga cukup membuat pengunjung untuk berteriak-teriak, sebab ada jalur berkelok dan jalur naik-turun. Kami juga menggandeng instruktur profesional dari pecinta alam,ʺ kata Nugroho.

Usai menikmati wisata tubing, pengunjung bisa menikmati susu murni, karena Desa Tumiyang juga mempunyai terminal susu murni yang produksi susunya mencapai ribuan liter per hari.

Tak hanya itu, saat ini tim bersama warga desa juga tengah menyiapkan pasar tradisional untuk kuliner yang dilengkapi dengan nuansa pedesaan, dimana para penjualnya akan menggunakan kostum khas Banyumasan.

Lokasi pasar kuliner tersebut dengan memanfaatkan pasar di desa setempat yang sekarang hanya buka saat pagi mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Pasar tersebut akan dijadikan pusat kuliner khas Banyumas yang buka sepanjang hari.

Di sekitar lokasi pasar juga terdapat sawah milik desa yang ditanami mina padi. Area tersebut juga dijadikan wisata edukasi, dimana anak-anak bisa belajar untuk menanam padi.

Launching resmi wisata tubing irigasi ini akan dilakukan pada bulan April tahun ini, dengan mengundang raja pantomin, Septian Dwi Cahyo. Namun, sekarang sudah banyak yang berkunjung dan menikmati tubing di saluran irigasi Jurangmangu ini.

Dengan konsep wisata yang sangat lengkap, mulai dari wisata tubing, wisata kuliner di pasar tradisional, wisata edukasi pertanian hingga wisata sehat dengan gemar minum susu, Desa Tumiyang siap menuju desa wisata.

Semua itu berkat tangan dingin anak-anak muda serta dukungan dari desa dan masyarakat yang bahu-membahu membangun pusat wisata.

Lihat juga...