Sambangi Purbalingga, Tutut Soeharto Tegaskan Nasib Petani Harus Makmur

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Indonesia pernah mengalami kejayaan dalam bidang pertanian semasa kepemimpinan Presiden Soeharto. Dan, putra-putri Soeharto kini tengah berupaya untuk mengembalikan lagi kejayaan pertanian Indonesia. Langkah nyata sudah ditunjukkan dengan membagikan pupuk organik cair yang terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian cukup signifikan.

Putri Cendana, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), yang hadir di tengah para petani di Kabupaten Purbalingga, menyampaikan, nasib para petani harus kembali makmur sejahtera. Ia mengaku menempuh perjalanan jauh dari Jakarta dengan naik mobil, hanya dilandasi keinginan untuk bertemu dan melihat nasib petani dari dekat.

ʺSaya sangat bersyukur, bisa hadir di sini dan bertemu dengan para petani yang luar biasa. Perjalanan jauh dari Jakarta dengan naik mobil, lelahnya hilang seketika melihat senyum para petani. Petani kita pernah berjaya, dan kita optimis bisa mengulang kembali kejayaan tersebut,ʺ tuturnya, disambut tepuk tangan ratusan petani yang hadir, Jumat (22/3/2019).

Hamparan padi siap panen dengan bulir padi penuh, menyambut kedatangan Keluarga Cendana di Desa Jambu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga. Ratusan petani tumpah ruah menyambut kedatangannya.

Kedatangan Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) disambut antusias masyarakat Purbalingga, -Foto: Hermiana E. Effendi

Karena jarang-jarang mereka bisa hadir bersamaan. Dalam rombongan tampak, Tutut Soeharto disusul Bambang Triatmojo di belakangnya, kemudian Mayangsari dan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto).

Tutut Soeharto langsung diburu warga untuk bersalaman. Ada juga ibu-ibu yang dengan menggendong anaknya, rela berdesakan demi untuk menyalami putri sulung Presiden Soeharto, tersebut.

Rombongan Keluarga Cendana ini khusus hadir untuk acara panen perdana padi yang menggunakan pupuk organik cair Brigadium. Pupuk tersebut merupakan produksi dari Bambang Triatmojo yang dibagikan kepada petani.

Ketua Gapoktan Mangkubumi, Desa Jambu, Sopani Utomo, mengatakan, lahan yang menggunakan pupuk tersebut di Desa Jambu seluas 4 hektare. Hasilnya sudah terlihat, karena rumpun padi lebat dan bulir padi penuh.

ʺDulu hasil panen saya satu hektare kotor dapat 5 ton, sekarang ini hasil panen pertama menggunakan pupuk yang diberi oleh Pak Bambang Triatmojo. Memang belum tahu pasti hasil panennya berapa, karena hari ini baru panen perdana, jadi belum seluruhnya dipanen. Tetapi saya yaki,n pasti melihat, sudah terlihat dari bulir padinya,ʺ tutur Sopani.

Terkait penggunaan pupuk tersebut, Sopani bertutur, awalnya ada teman yang merasa prihatin melihat hasil panennya yang tidak terlalu bagus. Kemudian ia disarankan untuk menggunakan Pupuk Brigadium.

Selain meningkatkan hasil panen, Sopani juga mendapat keuntungan lebih, karena hasil panennya merupakan padi organik yang mempunyai nilai jual lebih tinggi.

ʺSaya berterima kasih sekali kepada Keluarga Cendana, putra-putri Pak Soeharto ternyata juga mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap nasib petani, seperti Pak Harto dulu, waktu memimpin negeri ini,ʺ kata Sopani.

Pada kesempatan tersebut, Tutut Soeharto juga menyampaikan rencananya untuk membangkitkan usaha peternakan sapi di Kabupaten Purbalingga, serta membentuk Koperasi Keluarga Tani Berkarya. Sebab, sejak dulu keberadaan koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Keluarga Cendana berfoto bersama para petani yang hadir, tampak Ketua Gapoktan Mangkubumi, Desa Jambu, Sopani Utomo (baju merah). -Foto: Hermiana E. Effendi

Saat didaulat untuk memanen padi, Tutut Soeharto tanpa canggung sedikit pun langsung terjun ke sawah. Ia membabat sendiri tanaman padi dengan cepat.

ʺMbak Tutut orangnya ramah dan baik, serta terbuka. Saya diperbolehkan untuk mengontak beliau, jika ingin berdiskusi lebih lanjut tentang pertanian. Dan, tanpa canggung beliau juga turun ke sawah,ʺ terang Sopani.

Kehadiran Keluarga Cendana di tengah-tengah petani Purbalingga ini, membawa angin segar. Para petani termotivasi untuk terus meningkatkan hasil pertanian mereka.

Sebab, Indonesia mempunyai tanah yang subur, sehingga berbagai kendala pertanian, sangat bisa diatasi, salah satunya adalah dengan pupuk organik cair besutan Keluarga Cendana tersebut.

Lihat juga...