Sambangi Sukabumi, Tommy Soeharto Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

Editor: Makmun Hidayat

SUKABUMI — Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto meninjau pertanian holtikultura dan peternakan ayam di Villa Kaca, Kampung Cikaung 2, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (24/3/2019).

Kunjungannya ini dalam rangka tatap muka dan dialog interaktif antara calon legislatif (caleg) Partai Berkarya dengan para petani.

Pada kunjungannya ini, Tommy Soeharto yang didampingi Pengelola Saung Berkarya, Sri Wahyudi, melakukan panen mentimun bersama para petani.

Saat panen mentimun itu, para petani bergantian berswafoto dengan pangeran Cendana ini. Dengan senyum ramah Tommy terus melayani mereka berswafoto. Mereka terlihat akrab mengobrol seakan tak ada jarak.

Tak hanya petani, masyarakat yang hadir juga mengabadikan momen pertemuan dengan putra bungsu Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto ini, dalam telepon selulernya.

“Pak Tommy mirip banget Pak Harto. Ini kangen sama Pak Harto terobati. Alhamdulillah saya bertemu Pak Tommy, ramah banget,” ujar seorang ibu.

Usai panen mentimun, Tommy berdialog dengan petani. Dalam dialognya, Ketua Umum Partai Berkarya ini mengkritisi apakah pemerintah saat ini berhasil meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia.

“Pemerintah selama lima tahun ini, kalau memang itu dianggap berhasil, itu mungkin satu hal yang wajar. Tapi kalau dianggap tidak berhasil. Apakah yang tidak berhasil itu wajar untuk mendapatkan apresiasi suara yang lebih besar baik itu eksekutifnya maupun legislatifnya,” kata Tommy.

Menurutnya, kemandirian Indonesia bisa dicapai dengan pembangunan ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal. Masyarakat pedesaan harus ditingkatkan kesejahteraanya melalui ekonomi kerakyatan.

Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, beswafoto bersama petani dan masyarakat Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (24/3/2019). – Foto: Istimewa

Ekonomi kerakyatan itu jelas dia, yakni ekonomi yang berbasis dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi apa yang dilakukan oleh masyarakat di daerah itu. Maka itulah, yang akan kita kembangkan dan dibina diberi pelatihan bagaimana bertani yang baik untuk lebih baik panennya.

“Kayak tadi disini timun misalnya. Itu bagaimana mereka mendapatkan bibit yang lebih baik, dan bagaimana bercocok tanam lebih baik. Sehingga biaya produksinya bisa lebih murah. Dan mereka tidak menggantungkan pemasarannya dengan tengkulak,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal akan membuat sektor pertanian, peternakan, perkebunan rakyat, dan nelayan. Dapat dibuktikan dalam pembangunan untuk wujudkan Indonesia berdaulat, adil, dan makmur.

Adapun di sektor pertanian, Partai Berkarya memberi bukti dengan penyediaan pupuk bregadium hypernano ke petani di daerah-daerah. Bahkan uji percontohan pertanian di lima titik, dengam pupuk ini memperlihatkan, bahwapupuk teknologi tinggi tersebut dapat meningkatkan hasil panen hingga 35 persen.

Partai Berkarya akan membantu petani memasarkan hasil produksi. Mengingat selama ini banyak petani menikmati harga rendah dan konsumen terbebani harga tinggi.

Ini semua menurutnya, akibat mata rantai perdagangan yang sangat panjang yang merugikan petani dan konsumen.

Partai Berkarya berusaha untuk membantu petani memasarkan produknya langsung ke konsumen dengan menghadirkan toko grosir Goro.  Langkah ini menurutnya, akan membuat petani menikmati harga lebih baik, dan konsumen juga tidak terbebani harga tinggi.

Partai Berkarya, tegas dia, hadir dengan solusi membangun kembali ekonomi kerakyatan. Apalagi selama ini isu kearifan lokal dalam pembangunan ekonomi kerakyatan cenderung terabaikan.

Dalam kesempatan itu, Tommy juga mengajak para petani untuk mengetahui dan menerapkan sistem pertanian dan perternakan terpadu. Sistem ini yang akan membuat pola pertanian lebih efisien dan efektif.

Pada kesempatan ini, Tommy Soeharto juga menyampaikan terkait target suara Partai Berkarya. Jabar menurutnya, adalah salah satu basis suara Partai Berkarya. “Sesuai target nasional satu dapil satu kursi itu bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Usai panen mentimun, kunjungan dilanjutkan dengan meninjau penanaman jamur. Hingga berakhir dengan mengunjungi Deltanok, di Desa Balekambang, Nagrak.

Lihat juga...