Sambut Festival Bale Nagi, Pantai Rako Berbenah

Editor: Mahadeva

325

LARANTUKA – Komunitas pariwisata Pantai Rako di Pante Oa, Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur berbenah.

John Wilbert staf dinas Pariwisata kabupaten Flores Timur. Foto : Ebed de Rosary

Beberapa lopo dan fasilitas penunjang wisata mulai dibangun masyarakat dan dinas ariwisata setempat. “Kita terus berbenah menyongsong Festifal Bale Nagi. Pembukaannya akan dilakukan di Desa Hewa. Memang Pante Rako menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang ingin kami tampilkan,” sebut John Wilbert, staf Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur (Flotim), Minggu (10/3/2019).

Kegiatan festival akan dimulai 6 April. Diawali festival Seni Budaya di Pante Oa, kemudian dilanjutkan pesta ombak di Pante Rako. Setelah itu, dilanjutkan dengan lhaunching dan minum 1001 cup Kopi Leworook.

“Kegiatan dilanjutkan dengan pendakian ke Bukit Manuk, Tanjung Maksar, Air Terjun Wairpoar, dan mendaki Gunung Api Lewotobi. Juga ada pameran tenun ikat, dan berkunjung ke Pulau Pasir Putih Meko di Adonara,” tambahnya.

Usai Semana Santa, akan ada pesta nelayan di Waibalun pada 22 April 2019. Kemudian diikuti atraksi budaya di Desa Sulengwaseng yang ada di Pulau Solor. Selain itu, ada festival tenun ikat Lamaholot, dan pameran pendidikan tinggi dan vokasi tingkat nasional. “Festival Bale Nagi ditutup dengan Lamawohong Culture Festival, di Desa Lamawalang Solor pada 24 sampai 25 April. Serta lomba mancing tradisional di Lewomuda pada 26 dan 27 April,” paparnya.

Festival Bale Nagi menjadi upaya untuk memperkenalkan destinasi wisata bahari, adat, budaya serta tenun ikat di Flores Timur. Pemerintah daerah, ingin menggaet wisatawan rohani, yang setiap tahun selalu datang ke Larantuka mengikuti perayaan Semana Santa.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur, Apolonia Corebima, menyebut, Pantai Rako menjadi salah satu destinasi wisata yang terdaftar dalam penyelenggaran FestiVal Bale Nagi. Keindahan pantai dengan deburan ombaknya, menjadi pesona yang ditawarkan. “Pantai Rako selain memiliki ombak yang menjadi daya tarik peselancar, juga sangat indah dan masih alami. Pantai Rako belum terekspos, sehingga dengan festival Bale Nagi diharapkan bisa dikenal,” ungkapnya.

Apolonia berharap, Festival Bale Nagi ini, akan semakin membuat banyak orang lebih mengenal kekayaan wisata bahari daerah tersebut. Pantai Rako dan Pantai Oa, merupakan pantai yang berada di sisi selatan Flores. Pantai tersebut, bisa dicapai melewati jalan darat dari Larantuka Ibu Kota Kabupaten Flores Timur atau Maumere Ibu Kota Kabupaten Sikka.

Bila dari Larantuka, perjalanan melewati jalan darat menempuh jarak 60 kilometer ke arah barat. Perjalanan melewati jalan negara Trans Flores. Setelah tiba di Boru, ibu Kota Kecamatan Wualnggitang, perjalanan dilanjutkan melewati jalan kabupaten menunju pantai selatan. Dari Maumere, perjalanan menempuh jarak sekira 75 kilometer ke arah timur. Wisatawan bisa menggunakan bus umum, baik dari Larantuka maupun Maumere, dengan biaya Rp50 ribu sampai Boru. Dari Boru dilanjutkan dengan menumpang ojek sepeda motor, dengan biaya Rp30 ribu sampai Rp50 ribu.

Lihat juga...