Samiran, Desa Binaan Damandiri Citakan Punya ‘Branding’ Buah

Editor: Makmun Hidayat

BOYOLALI — Masyarakat Desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, sangat senang menerima bantuan dari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), berupa lantainisasi rumah tinggal, jambanisasi, beasiswa PAUD, dan 3.000 bibit buah. Adapun bibit buah yang disumbangkan adalah alpukat, manggis, jambu tanpa biji dan durian.

Kepala Desa Samiran, Mardjuki memberi sambutan saat penerima kunjungan Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan rombongan di Desa Samiran, Selo,Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019). – Foto: Thowaf Zuharon

Kepala Desa Samiran, Mardjuki, memohon izin kepada Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto untuk memberi nama program bibit buah itu ‘Tabuga’.

“Tabuga adalah Tamanan Buah Keluarga. Insyaallah tiga tahun kedepan Samiran punya branding buah,” ujar Mardjuki dihadapan Tutut Soeharto pada Kamis (28/2/2019).

Dia berharap agar setiap rumah tangga wajib menanam ragam bibit buah ini dengan dipelihara di pekarangan maupun di tegalan. Dengan harapan tiga tahun kedepan ada hasil jerih payah Desa Mandiri Lestari (DML) yang dilestarikan di Samiran.

Desa Samiran telah sukses mengembangkan jenis buah lokal yaitu kesemek atau buah nona. Mardjuki pun berharap agar diteliti Yayasan Damandiri melalui tim Taman Buah Mekarsari, bagaimana kesemek ini bisa dikembangbiakkan.

Mardjuki juga meminta bantuan Yayasan Damandiri agar mewujudkan kembali Boyolali sebagai kota susu. Entah proses bantuannya seperti apa, tapi yang pasti kata dia, tetap proyek pilotnya Samiran yang mempunyai satu KUTP (Kelompok Usaha Ternak Terpadu) Sido Maju.

“Kelompok Usaha Ternak Terpadu, yang telah punya kandang dan kapasitas 20 ekor sapi perah. Mohon petunjuk lebih lanjut agar Boyolali kembali jadi kota susu,” tegasnya.

Apalagi sejak 2017, Desa Samiran telah diberikan amanah oleh Yayasan Damandiri untuk melaksanakan program DML. “Alhamdulillah banyak sekali program mulai dari bidang sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan,” kata Mardjuki.

Menurutnya, semua program sangat menyentuh bagi masyarakat Samiran. Dia berharap bantuan pada Desa Samiran memberikan sesuatu yang bermanfaat, terutama dalam upaya pementasan kemiskinan.

Dia sangat paham karena DML ini dimulai dari adanya data. Dengan adanya program DML ini, masyarakat Desa Samiran sangat menyadari sebenarnya angka ini bukan sekedar angka.

“Angka di desa adalah sumber daya dan kami mulai memahami hal itu. Sehingga berangkat dari data yang ada, sedikit demi sedikit keluarga prasejahtera kami beranjak menuju keluarga yang lebih sejahtera,” tandasnya.

Lihat juga...