hut

Sebelas Pembangkit Listrik di Kotabaru hanya Beroperasi 12 Jam

KOTABARU – 65 persen pembangkit listrik di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, belum bisa bekerja maksimal. Pembangkit tersebut hanya beroperasi selama 12 jam setiap harinya.

“Di Kotabaru kita punya 17 pembangkit, tapi banyak yang operasionalnya masih 12 jam, karena terkait kuota BBM,” kata Manajer PT PLN Area Kotabaru, Sudarto, Sabtu (9/3/2019).

Dari data yang dimilikinya, saat ini hanya enam pembangkit yang sudah beroperasi 24 jam, yakni PLTD Kotabaru dan lima Unit Listrik Desa (ULD) di Lontar, Sampahanan, Bakau, Tanjung Samalantakan, dan Gunung Batu Besar. Sementara sebelas ULD lainnya, hanya menyala saat malam. Yaitu ULD di Sengayam, Tanjung Batu, Sungai Bali, Tanjung Seloka, Sungai Durian, Geronggang, Marabatuan, Mulyaharja, Kerasian, Kerayaan dan Kerumputan.

Sudarto mengaku sangat prihatin mengetahui kondisi kelistrikan di Kabupaten Kotabaru, saat melakukan kunjungan ke kecamatan-kecamatan di awal dirinya menjabat. “Saat saya sowan ke camat, di kantornya listrik menyala karena pakai genset, kemudian kantor tutup baru listrik kami menyala, itu benar-benar pukulan bagi saya,” ucapnya.

Pihaknya tak bisa menjanjikan kapan listrik di sebagian wilayah Kabupaten Kotabaru, dapat dinikmati masyarakat tanpa terbatas jam karena di luar kewenangannya. Namun demikian, saat ini PLN tengah mengerjakan interkoneksi sistem kelistrikan di Pulau Laut dengan daratan Pulau Kalimantan melalui kabel laut. Jika proyek ini terwujud, maka PLTD Kotabaru kemungkinan ditutup dan kuota BBM-nya dapat dialokasikan ke pembangkit-pembangkit lain.

“Kalau jaringan 150 ribu KV sudah masuk ke Pulau Laut, PLTD di kantor kami pasti ditutup dan kuota BBM bisa dialokasikan ke ULD lain,” kata Sudarto.

Adapun kuota BBM untuk seluruh pembangkit listrik di Kabupaten Kotabaru saat ini mencapai 73 ribu liter perhari. Kuota terbesar di PLTD Kotabaru sebanyak 55 ribu liter. Jumlah itu hampir tiga kali lipat konsumsi BBM di 16 ULD lainnya, sehingga sangat cukup untuk memaksimalkan pembangkit yang operasionalnya belum 24 jam. “Jika tahun ini sesuai janji Agustus bisa beroperasi, bulan berikutnya kami bisa mengalokasikan BBM di pulau ini ke pulau-pulau lain,” harap Sudarto. (Ant)

Lihat juga...