Sistem PPDB SMP di Banyumas Masih Digodok

Editor: Koko Triarko

335
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati. -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, hingga saat ini masih menggodok sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), untuk siswa SMP di Kabupaten Banyumas. Dalam penyusunan sistem PPDB ini, Dindik melibatkan sekolah-sekolah, hingga perwakilan dari pihak desa dan kecamatan.

Kepala Dindik Kabupaten Banyumas, Irawati, mengatakan, dilibatkannya berbagai unsur tersebut, untuk mencari formula terbaik, sehingga memudahkan bagi peserta didik serta memenuhi asas keadilan.

ʺUntuk formula sistem PPDB sudah dibahas Dindik dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari sekolah, perwakilan kecamatan hingga perwakilan. Saat ini, kita sedang menunggu jadwal untuk memaparkan kepada bupati, sehingga kita belum bisa untuk menyampaikan keluar terlebih dahulu,ʺ kata Irawati, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, setelah pemaparan di hadapan bupati dan mendapat persetujuan, baru akan dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan ke masyarakat.

Sebagai perbandingan, dalam PPDB SMP 2018, Dindik Kabupaten Banyumas menerapkan sistem zonasi 90 persen. Sisanya, sebanyak 10 persen dialokasikan untuk kuota siswa berprestasi serta jalur khusus. Dengan pembagian, jalur siswa berprestasi 5 persen dan jalur khusus 5 persen.

Ketentuan radius zona terdekat, untuk SMP negeri di wilayah Kota Purwokerto, sejauh 0 – 6 kilometer, dan zonasi di luar Kota Purwokerto sejauh 0-10 kilometer. Sistem zonasi ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan, serta mengakomodir siswa kurang mampu, di mana siswa bisa diterima di sekolah yang terdekat dengan rumahnya.

PPDB tahun lalu, menuai beberapa protes dari orang tua calon siswa yang prestasinya bagus, tetapi tidak bisa diterima di sekolah negeri favorit, karena sistem zonasi tersebut.

Mengingat nilai ujian nasional (UN) sama sekali tidak dijadikan pertimbangan untuk masuk sekolah negeri. Hanya 5 persen kuota yang disediakan untuk siswa yang berprestasi. Sehingga, usaha anak belajar selama menghadapi ujian nasional tidak dihargai sama sekali, akibatnya banyak orang tua yang protes, karena prestasi dikalahkan oleh jarak rumah ke sekolah.

Disinggung tentang sistem zonasi 90 persen tersebut, Irawati mengatakan, bisa jadi tetap menggunakan sistem zonasi, namun persentasenya berbeda atau bisa juga dengan sistem baru.

ʺNanti tunggu saja setelah kita paparkan kepada bupati, pasti akan kita sampaikan secara detail sistem PPDP tahun ini,ʺ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...