hut

Stok Beras Bulog Capai 2 Juta Ton

Editor: Mahadeva

PADANG – Stok beras di gudang Bulog Sumatera Barat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan pantauan stok beras oleh anggota Komisi VI DPR RI ke daerah tersebut, Selasa (19/3/2019).

“Stok beras digudang-gudang di Indonesia aman, tidak ada yang mesti ditakuti untuk kekurangan ketersediaan beras,” Ketua Rombongan Komisi VI DPR RI dalam kunjungan ke Sumatera Barat, Hamdani.

Kunjungan secara langsung disebut Hamdani, untuk memastikan stok beras yang ada di gudang Bulog tidak kedarluwarsa. “Jangan sampai ada beras yang kedarluwarsa, negara tidak boleh berikan beras yang kedarluwarsa kepada masyarakat, seperti berkutu dan sudah menguning. Makanya kami lakukan pengecekan di setiap gudang termasuk di Sumatera Barat,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Hamdani, impor beras diperbolehkan, namun harus melihat situasi dan ketersediaan stok. Kuota impor harus diatur, supaya tidak membuat harga beras produksi petani menurun.  “Kalau saat ini impor tidak perlu. Kalau tahun ini impor, rasanya tidak perlu banyak-banyak, kuotanya paling di angka 15 persen. Presiden sudah arahkan agar tidak banyak impor. Kecuali untuk memenuhi kebutuhan hari-hari besar, seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru,” ulasnya.

Direktur Keuangan Bulog, Triyana, menjelaskan, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini mencapai 2 juta ton. Tersebar di berbagai gudang yang ada di seluruh Indonesia. Diyakini, saat ini tidak perlu mendatangkan beras dari luar negeri. Saat ini, di berbagai wilayah sudah mulai memasuki jadwal panen raya. “Akhir Maret mulai panen raya. Seperti di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur,” rincinya.

Triyana menyebut, impor beras dilakukan jika Bulog mendapat instruksi dari kementerian terkait. Keputusan impor diambil berdasar hasil rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas). Namun sejauh ini, pertemuan tidak ada arah kebijakan impor.

Kepala Divre Bulog Sumatera Barat, Muhammad Anwar, menyebut, stok beras di gudang Bulog Sumbar aman untuk tiga bulan kedepan. Saat ini digudang Bulog tersimpan kurang lebih 6.300 ton. “Pokoknya stok kita aman. Jika kurang kita akan tambah lagi ketersediaan beras ini. Karena, kita ingin kebutuhan beras bagi masyarakat Sumbar mencukupi dan tidak kekurangan,” ulasnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengapresiasi Bulog yang bisa menjaga ketersediaan beras di daerahnya. “Tak hanya itu, Bulog juga akan membeli hasil panen padi masyarakat lokal Sumatera Barat dan akan menampungnya,” pungkasnya.

Lihat juga...