hut

Tabur Puja, Pilihan Tepat Warga Kedungkandang Akses Modal Usaha

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Sejak kehadirannya di tahun 2018, Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) yang digagas Yayasan Damandiri menjadi pilihan yang tepat bagi warga Kelurahan Kedungkandang untuk mengakses permodalan usaha. Khususnya bagi mereka, warga yang kurang mampu.

Dari 15 kelompok Tabur Puja yang ditargetkan terbentuk di kelurahan Kedungkandang, hingga kini sudah terbentuk sembilan kelompok. Salah satunya adalah kelompok Tabur Puja Anggrek yang berada di wilayah RW 3.

Ketua pengurus kelompok Tabur Puja Anggrek, Darmanto, menjelaskan jumlah anggota kelompoknya saat ini sudah mencapai 100 orang. Mayoritas anggotanya merupakan warga kurang mampu yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan memulai usaha.

“Kebanyakan para anggota menggunakan pinjaman dari Tabur Puja untuk memulai usaha atau mengembangkan usaha,” jelasnya.

Disampaikan Darmanto, sementara ini, setiap anggota Tabur Puja hanya memperoleh pinjaman sebanyak dua juta rupiah. Dari pinjaman tersebut, kemudian oleh anggota akan diangsur dalam kurun waktu satu tahun.

“Untuk meringankan anggota, pembayaran angsuran dilakukan setiap minggu sebesar 50 ribu rupiah,” terangnya.

Proses pelayanan pembayaran angsuran di kelompok Tabur Puja Anggrek – Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, untuk mendapatkan pinjaman dari Tabur Puja persyaratan sangat mudah, cukup menyerahkan fotokopi KTP dan KK. Pencairan uangnya juga cepat, hanya membutuhkan waktu satu minggu.

“Untuk meminjam uang di Tabur Puja tidak membutuhkan jaminan. Sedangkan di tempat lain pasti harus menyertakan jaminan. Itu enaknya kalau pinjam uang di Tabur Puja,” terangnya.

Sementara itu, bendahara Tabur Puja Anggrek, Ulifa, mengatakan, hadirnya Tabur Puja di tengah masyarakat mampu meringankan beban ekonomi para anggota.

“Yang biasanya warga meminjam uang ke rentenir, sekarang sudah tidak lagi setelah ada Tabur Puja,” ucapnya.

Lebih lanjut Ulifa menyebutkan, khusus kelompok Anggrek, pembayaran angsuran dilakukan setiap minggu pada hari Kamis.

“Meskipun sebenarnya kantor kas bukanya setiap hari Kamis. Tapi kalau ada yang mau membayar di luar hari itu, tetap kami terima dengan pertimbangan kalau uang cicilannya tidak segera diterima, takutnya nanti justru dipakai untuk keperluan lainnya sehingga tidak jadi membayar angsuran,” akunya.

Menurutnya, anggota yang telat dalam pembayaran, biasanya dikarenakan sedang mendapat musibah, seperti sakit hingga harus masuk rumah sakit.

“Tapi mereka telatnya paling hanya satu atau dua kali pembayaran saja,” sebutnya.

Para pengurus kelompok Tabur Puja Anggrek (dua tengah) didampingi manajer umum dan manajer unit Tabur Puja KUD Subur Desa Mandiri Lestari – Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu, manajer unit Tabur Puja Koperasi Unit Desa (KUD) Subur, Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Dian Novianti Widiasari, mengatakan, kelompok Tabur Puja Anggrek termasuk salah satu kelompok yang bagus dan lancar dalam pembayaran. Bahkan kelompok ini direkomendasikan untuk menambah anggota baru sebanyak 50 orang lagi.

“Jadi nanti total anggota kelompok anggrek bisa menjadi 150 orang, termasuk 50 orang anggota baru,” katanya.

Disampaikan Dian, bagi anggota yang tertib dalam pembayaran angsuran dan tidak ada permasalahan tunggakan, untuk peminjaman selanjutnya mereka bisa meminjam 2-5 juta rupiah.

“Yayasan sudah memberikan lampu hijau untuk bisa memberikan pinjaman 2-5 juta. Tapi sekarang masih 2 juta semua,” tuturnya.

Ke depan, untuk peminjaman selanjutnya dengan kisaran 2-5 juta rupiah dibatasi hanya untuk 15 orang anggota saja.

“15 orang itu berdasarkan pilihan dan penilaian pengurus. Orangnya harus yang disiplin dan tertib dalam membayar. Usahanya jelas, dan benar-benar membutuhkan tambahan modal. Itu baru kita bisa berikan pinjaman modal 5 juta,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!