Talang Karsi, Alternatif Pecinta Wisata Alam Petualangan

Editor: Satmoko Budi Santoso

270

LAMPUNG – Kabupaten Lampung Barat (Labar) dengan ibukota Liwa merupakan salah satu wilayah paling barat di Provinsi Lampung.

Memiliki kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) wilayah tersebut memiliki kontur perbukitan yang kaya akan sejumlah objek wisata. Salah satu objek wisata bagi pehobi wisata minat khusus, Talang Karsi menjadi salah satu alternatif. Talang Karsi merupakan salah satu gugusan perbukitan (kerap dikenal Talang) di Kecamatan Kebun Tebu tepatnya di Desa Campang.

Perjalanan wisata ke wilayah Talang Karsi, Lampung Barat bisa ditempuh dengan akses mudah semenjak ada Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Dari kota Bandarlampung ke Kecamatan Kebun Tebu bisa ditempuh dengan waktu sekitar empat jam memakai kendaraan mobil.

Akses dari Bandarlampung menuju ke Terbanggi Besar berjarak 71 kilometer bisa ditempuh melalui JTTS selanjutnya melalui Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Melewati Kotabumi ibukota Lampung Utara lalu menuju ke kota Bukit Kemuning.

Akses jalan aspal yang mulus membuat tujuan ke Kecamatan Kebun Tebu cukup mudah dengan total jarak sekitar 178 kilometer dari kota Bandar Lampung.

Wasis (30), salah satu pehobi wisata alam petualangan asal Bandar Lampung dengan motor trail menyebut, secara umum Lampung Barat menyajikan pemandangan alam yang menarik.

Sajian perbukitan dengan selimut kabut saat pagi hari dan sore hari menjadikan wilayah tersebut bagaikan negeri di atas awan.

“Bagi pecinta wisata alam petualangan wilayah Lampung Barat kerap menjadi tuan rumah adventure trail atau trail petualangan dengan trek menantang namun aman karena kerap menjadi lokasi petani kebun kopi melakukan aktivitas memanen kopi,” terang Wasis, salah satu wisatawan pecinta alam petualangan saat ditemui Cendana News, belum lama ini.

Jalur pendakian mempergunakan motor trail sekaligus memacu adrenalin bagi pecinta wisata petualangan – Foto: Henk Widi

Salah satu spot yang kerap dituju disebut Wasis adalah Talang Karsi, berjarak sekitar sepuluh kilometer dari pusat desa Campang. Menuju lokasi tersebut Wasis mengaku, disajikan pemandangan cukup indah mulai dari kebun kopi, kolam ikan, sawah serta sungai-sungai kecil.

Perjalanan disebutnya sangat tepat dilakukan saat musim kemarau karena kondisi akses jalan masih berupa jalan tanah. Meski demikian saat musim hujan dengan kendaraan trail menggunakan ban yang diberi rantai, perjalanan ke Talang Karsi cukup mudah.

Wasis juga menyebut di kawasan Kecamatan Kebun Tebu ia bisa melihat kejayaan masa silam dengan rumah-rumah panggung yang masih bertahan hingga kini. Sejumlah rumah panggung tersebut sebagian direkonstruksi ulang dengan konsep minimalis sehingga bisa dipergunakan sebagai tempat singgah (homestay) bagi wisatawan.

Ia juga menyebut, wisatawan bisa mempergunakan momen musim panen penyelang dan puncak panen kopi khas Kebun Tebu pada bulan Maret hingga Mei.

Menggunakan motor trail yang sudah dimodifikasi, Wasis menyebut, harus melewati jalan tanah sebagian turunan dan tanjakan. Ia menyebut dengan hobi wisata alam penggunaan alat keselamatan berupa helm, pelindung lutut dan siku kerap dipergunakan.

Meski demikian sejumlah warga yang menjadi tour guide kerap terbiasa tak menggunakan karena pekerjaan sebagai petani melintasi akses jalan tersebut menjadi hal wajar. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit dari pusat desa Talang Karsi bisa dicapai.

“Letak Talang Karsi berada di perbukitan sehingga bisa melihat pemandangan perbukitan dan Gunung Abung yang sangat indah saat kondisi cuaca cerah,” beber Wasis.

Wasis menyebut dari puncak Talang Karsi selimut kabut tipis terlihat berarak menutupi kecamatan Kebun Tebu. Pemandangan alam tersebut diakuinya menjadi latar belakang foto yang kerap diunggahnya dalam media sosial Facebook dan Instagram.

Talang Karsi disebutnya memiliki sebuah spot foto berupa batu besar yang ada di bukit sehingga sekaligus menjadi tempat mengamati pemandangan kawasan Kebun Tebu. Ia menyebut lelahnya perjalanan ke Talang Karsi dengan medan yang cukup berat terbayar jika sudah bisa melihat pemandangan ke wilayah Kebun Tebu.

Mamat (40), salah satu warga asli kecamatan Kebun Tebu menyebut, waktu paling tepat datang ke Talang Karsi saat kondisi cuaca panas. Selain itu pergerakan kabut yang melintas di wilayah tersebut menjadi momen untuk mendapatkan view menarik sehingga hijaunya persawahan, putihnya kabut serta birunya langit dan gunung Abung bisa diperoleh.

Mamat (kiri), Hari (tengah) menjajal treking dengan motor trail pada perbukitan Talang Karsi, Desa Campang, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat – Foto: Henk Widi

Pecinta wisata petualangan berupa adventure trail disebut Mamat kerap mempergunakan jalur Talang Karsi sebagai tempat untuk menjajal adrenalin.

Mamat juga menyebut sebagai kawasan perbukitan, Talang Karsi memiliki nilai historis bagi para pekebun kopi. Sebagai jalur perlintasan akses tersebut menjadi jalur khusus untuk mengangkut hasil bumi berupa kopi dan lada.

Banyaknya sebutan bukit atau Talang disebutnya menjadi perbatasan alam antara Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat. Ia bahkan menyebut jalur tersebut menjadi jalan pintas menuju ke Kabupaten Tanggamus meski berjarak sekitar 50 kilometer.

“Pecinta wisata alam petualangan kerap belum lengkap jika tidak mencapai puncak Talang Karsi karena view menyeluruh bisa diperoleh dari puncak melihat Kecamatan Kebun Tebu,” beber Mamat.

Mamat yang kerap menjadi pemandu wisata mengaku, kawasan Kecamatan Kebun Tebu juga menyajikan wisata petik kopi. Selain bisa melihat proses pemetikan kopi, penyortiran, penjemuran, wisatawan bisa mengetahui proses pengolahan kopi hingga bisa diseduh sebagai minuman.

Sejumlah homestay atau penginapan disebut Mamat menjadi sebuah fasilitas yang disediakan oleh masyarakat untuk memanjakan pengunjung yang datang.

“Penataan kawasan pertanian dan perkebunan sebagai wisata agrowisata alam petualangan menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi warga,” beber Mamat.

Selain potensi alam dengan oleh-oleh kopi bagi wisatawan, Mamat juga menyebut kawasan Kebun Tebu menjadi pusat minapadi. Pengunjung disebutnya bisa menikmati sajian kuliner pepes ikan emas, nila yang dibudidayakan dengan sistem organik.

Selain menjadi kawasan wisata alam, Desa Campang dengan aliran sungai Campang diakuinya bisa menjadi tempat wisata untuk tubing atau menyusuri sungai dengan ban. Selain itu wisata edukasi pertanian untuk tata cara budidaya kopi mulai dikembangkan.

Fauzi (19) salah satu wisatawan asal Lampung Selatan mengaku, mengunjungi Talang Karsi menjadikan pengalaman menarik baginya. Ia menyebut, bisa melihat pemandangan perbukitan sekaligus melihat dari dekat petani melakukan perawatan kebun kopi yang dibudidayakan dengan sistem stek batang.

Ia menyebut, wisata minat khusus dengan melakukan petualangan alam di Kecamatan Kebun Tebu bisa menjadi alternatif saat akhir pekan serta libur sekolah.

Ia menyebut, akses jalan yang beraspal dan rigid beton hingga ke perkampungan warga sekaligus mendukung pengembangan sektor wisata di wilayah tersebut.

Lihat juga...