Tazokraf, Upaya Pemkot Malang Tarik Wisatawan Lewat Ekonomi Kreatif

Editor: Satmoko Budi Santoso

208

MALANG – Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Dahlia Lusi Ratnasari, menyebutkan, sektor pariwisata saat ini menjadi sektor unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan roda perekonomian dengan multi player effect yang ditimbulkan. Sektor ekonomi kreatif juga mempunyai peran yang sangat besar dalam meningkatkan jumlah wisatawan.

“Jadi kita harapkan bahwa ekonomi kreatif ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang hadir di kota Malang,” ujarnya saat membuka acara tahunan Taman Zona Kreatif (Tazokraf), di taman Singha Merjosari, Sabtu (16/3/2019).

Oleh karenanya, Disbudpar kota Malang mempunyai program pengembangan tujuh sub sektor ekonomi kreatif (kuliner, fashion, kriya, musik, seni pertunjukkan, fotografi, seni rupa) yang selama ini diampu dan dibina oleh Disbudpar kota Malang sampai tahun 2018. Sedangkan di tahun 2019 terdapat satu sub sektor lagi yang dibina Disbudpar yakni aplikasi dan game.

“Salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif yakni melalui pelaksanaan Tazokraf. Di taman-taman yang ada di kota Malang diharapkan menjadi tempat bertemu atau berkumpul para pelaku ekonomi kreatif. Utamanya startup untuk melakukan suatu jejaring,” ujarnya.

Apalagi, saat ini, lanjutnya, walikota menekankan setiap kecamatan harus mempunyai satu working space, untuk bertemu pelaku ekonomi kreatif.

Tujuannya bahwa ekonomi kreatif dapat lebih berkembang sekaligus dapat lebih menarik wisatawan sehingga kunjungan wisatawan bisa semakin meningkat.

“Karena di sini ekonomi kreatif bergabung dengan pariwisata, jadi tetap tujuan akhirnya adalah untuk mendatangkan wisatawan,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Lusi, jika menengok sejarah, kota Malang sebenarnya merupakan barometer musik rock di era tahun 1980-an. Musik sendiri saat ini merupakan salah satu sub sektor kreatif. Selain itu kota Malang juga menjadi pusat fashion mode serta kuliner.

“Untuk itu, kota Malang sebagai gudang anak-anak kreatif diharapkan bisa bersama-sama mengembalikan kejayaan tersebut,” tuturnya.

Sekretaris Disbudpar Dahlia Lusi Ratnasari, dan Kabid Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Malang, Heri Sunarko saat membuka Tazokraf – Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Malang, Heri Sunarko, menyebutkan, kegiatan Tazokraf merupakan salah satu realisasi dari penguatan ekonomi kreatif terutama adalah para pelaku startup pemula khususnya di tingkat kecamatan.

“Ini upaya kita untuk menuju kota Malang kota kreatif dunia. Dimana sebelumnya kota Malang sudah menjadi kota kreatif Indonesia,” ungkapnya.

Disampaikan Heri, di tahun 2020 mendatang, para pelaku ekonomi kreatif itu akan garap di tiga OPD yakni Disbudpar, Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi UKM.

“Tiga mitra ini akan bersinergi bersama untuk kebangkitan ekonomi kreatif kota Malang. Tapi tentu saja dengan Tupoksi yang berbeda,” ujarnya.

Menurut Heri, dari bahan mentah menjadi bahan jadi adalah tugas dinas perindustrian dan dinas koperasi UKM. Setelah jadi, kemudian untuk mempromosikan adalah tugas  Disbudpar.

Lihat juga...