Teror Ibadah di Selandia Baru, Masyarakat Babel Kutuk Keras

143

PANGKALPINANG  – Tokoh masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengutuk keras serangan penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan puluhan jamaah sedang melaksanakan Salat Jumat pada Jumat (15/3).

“Pastinya kami mengutuk keras serangan teror umat muslim sedang beribadah tersebut,” kata Tokoh Masyarakat Provinsi Kepulauan Babel, Amri Cahyadi, di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan, pelaku teror tersebut sangat biadab, karena tidak ada permusuhan dan penembakan membabi buta itu dilakukan pada saat umat muslim sedang melaksanakan Ibadah Jumat.

“Sebagai umat Islam wajib kita berdoa dan semoga para korban kebrutalan tersebut meninggal sebagai syuhada,” ujarnya.

Amri Cahyadi yang juga sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Babel berharap, aksi kekerasan ekstrem ini tidak berlanjut dengan gerakan atau serangan-serangan balasan yang mengatasnamakan agama.

“Kami berharap Pemerintah Selandia Baru untuk segera mengungkap motif dan menangkap pelaku penembakan umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah ini,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bangka, Suhaili, mengaku sangat sedih dan meminta seluruh masyarakat khususnya umat muslim mendoakan korban aksi penembakan yang dilakukan secara terang-terangan tersebut.

“Ini aksi yang brutal dan tidak manusiawi. Apalagi pelaku merekam secara langsung aksi penembakan umat muslim yang sedang beribadah di dalam masjid tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, kami mengutuk aksi biadab tersebut dan meminta Pemerintah Selandia Baru menghukum mati pelaku serangan tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Selandia Baru segera mengungkap aksi dan jaringan teroris ini yang menewaskan 40 orang dan puluhan jamaah luka parah yang sedang Salat Jumat ini,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...