Teror Selandia Baru, Tokoh Agama di Manado Minta Keamanan Diperketat

669

MANADO  – Tokoh agama di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), meminta agar pemerintah lebih memperketat keamanan, menyusul adanya aksi teroris di Selandia Baru.

“Lembaga keamanan negara harus bekerja ekstra tujuh kali lipat, terlebih Kementerian Kominfo segera blokir video teroris,” kata Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi, Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Pnt Ivanry Matu, di Manado, Sabtu.

Dia mengatakan, aksi teroris penghilangan nyawa di Selandia Baru harus disikapi dengan serius.

Ivanry mengatakan, pemerintah dan lembaga keamanan negara, intelijen dan lembaga keagamaan nasional serta tokoh-tokoh agama harus bekerja optimal.

“Terutama aparat TNI, BIN, Polri diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan bekerja tujuh kali lipat,” katanya.

Dia mengatakan, agar video penembakan tersebut tidak menjadi pemantik aksi teror balasan dari kelompok-kelompok radikal lainnya.

“Tempatkan para polisi di rumah-rumah ibadah, terutama daerah-daerah tertentu yang rawan konflik,” jelasnya.

Ia mengatakan, BIN harus hadir di semua lini, agar dapat terdeteksi dini sehingga koordinasi dengan pihak terkait melakukan aksi-aksi pencegahan.

Pemerintah, katanya, dalam hal ini Kementerian Kominfo seharusnya bertindak cepat dengan memonitor dan meminta para perusahaan media sosial segera memblokir video aksi penembakan yang mengakibatkan teror itu.

“Kita berempati dan belasungkawa kepada seluruh keluarga tetapi juga mengutuk aksi biadab dari para pelaku teror yang sangat tidak manusiawi,” jelasnya.

Masyarakat diharapkan tetap berdoa untuk perdamaian dunia, yang di dalamnya perdamaian Indonesia dan rukunnya Sulawesi Utara agar tetap aman, nyaman, dan damai. (Ant)

Lihat juga...