hut

Titiek Soeharto Senang Lihat Perkembangan Desa Mandiri Lestari Krambilsawit

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Putri Cendana Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto antusias melihat perkembangan Desa Mandiri Lestari Krambilsawit di Kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, yang terus mengalami kemajuan sangat pesat.

Hal itu diungkapkan Putri Presiden Kedua RI, HM Soeharto, saat kembali mengunjungi desa terpencil Krambilsawit dalam acara Bazar Rakyat bertema “Meningkatkan Potensi Lokal Menuju Masyarakat Adil Makmur” di desa setempat.

“Senang sekali bisa kembali ke sini. Selain untuk bertemu bapak ibu semua, saya ke sini juga untuk melihat perkembangan Desa Krambilsawit sejak adanya bantuan dan pendampingan dari Yayasan Damandiri,” katanya, di hadapan ribuan warga Krambilsawit, Rabu (27/3/2019) sore.

Titiek Soeharto didampingi Muhammad Lukman Hakim yang merupakan pengelola Desa Mandiri Krambilsawit, sekaligus Manajer Umum KUD SHS Mandiri Krambilsawit – Foto: Jatmika H Kusmargana

Setahun lalu, Titiek Soeharto mengunjungi Desa Krambilsawit untuk meresmikan desa terpencil di Gunung Kidul itu sebagai Desa Mandiri Lestari. Selama setahun berjalan, Desa Krambilsawit mengalami perkembangan luar biasa pesat dengan berbagai program yang dijalankan Yayasan Damandiri melalui KUD SHS Mandiri Krambilsawit.

“Yayasan Damandiri merupakan yayasan yang didirikan Pak Harto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sejalan cita-cita Pak Harto yang selalu peduli dengan rakyatnya, dan ingin semua masyarakat terus meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Dalam acara Bazar Rakyat itu, Titiek Soeharto menyempatkan diri untuk meninjau puluhan stan UKM warga Desa Krambilsawit yang ditampilkan. Titiek Soeharto bahkan tak segan melarisi dagangan dengan cara membeli hasil produksi UKM warga desa sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha warga.

Sementara itu, Muhammad Lukman Hakim yang merupakan pengelola Desa Mandiri Krambilsawit sekaligus Manajer Umum KUD SHS Mandiri Krambilsawit menyebut, ada sekitar 30 UKM dari 9 dusun di Desa Krambilsawit yang ikut terlibat dalam Bazar Rakyat ini.

Seluruhnya merupakan pelaku UKM binaan KUD mulai dari bidang kuliner hingga kerajinan yang fokus mengangkat potensi lokal Desa Krambilsawit.

“Kita koperasi terus mendampingi para pelaku UKM di sini agar terus mengembangkan usaha mereka. Mulai dari memotivasi agar mereka memiliki kemauan melakukan proses produksi, packaging, higienitas produk, hingga nanti bagaimana mereka membangun link market,” katanya.

Salah seorang pelaku UKM asal Dusun Pringwulung, Jiem, mengaku sangat terbantu dengan adanya program Desa Mandiri Lestari di desanya. Penjual makanan tradisional seperti klepon hingga wingko ini mengaku, mendapatkan berbagai pelatihan hingga suntikan modal usaha untuk merintis usaha.

“Bagus sekali, selain mendapatkan pelatihan kita juga diberikan bantuan pinjaman modal usaha lewat koperasi Tabur Puja. Saya pinjam Rp2 juta untuk mengembangkan usaha ini. Harapannya ke depan bisa terus berjalan dan semakin berkembang,” pungkasnya.

Lihat juga...