hut

TMII Gelar Festival Blues Rock

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Taman Mini Indonesi Indah terus berinovasi memanjakan pengunjungnya. Kali ini dilakukan dengan menyuguhkan pesta musik lagu-lagu lawas.

Manajer Informasi Budaya dan Wisata TMII, Sachur YT.foto: Sri Sugiarti.

Dalam balutan Festival Blues  Rock, TMII menampilkan musisi legendaris Indonesia. Manajer Informasi Budaya dan Wisata TMII, Sachur YT, mengatakan, acara tersebut sengaja digelar untuk menjangkau segmen pengunjung lebih besar lagi.

Di festival tersebut, akan dihadiri komunitas pencinta genre musik tersebut. Mereka akan bernostalgia di TMII sambil menikmati suguhan musik tersebut. “Mereka bersilaturahmi sambil menikmati alunan musik tersebut,” ujar Sachur kepada Cendana News, Kamis (21/3/2019) sore.

Adapun tujuan festival ini untuk meningkatkan kualitas pertunjuk-pertunjukkan yang digelar. Sehingga ada keseimbangan, antara sisi budaya dan penampilan festival musik yang disuguhkan. Dengan inovasi tersebut, TMII diharapkan akan lebih eksis dalam ragam kegiatan. Selain penyajian seni budaya daerah, juga musik lawas dari para musisi Indonesia. “Suguhan lagu-lagu lawas dan festival ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung TMII. Mereka bisa nostalgia di TMII,” ujarnya.

Menurutnya, acara pentas musik tersebut diupayakan bsa berlanjut terus. Pada Januari lalu, TMII sukses menampilkan Jelly Tobing and The Arrow Beat, dalam Tribute to Koes Plus. Acara digelar di panggung Candi Bentar.

Di Februari, sukses menyuguhkan penyanyi lawas era 80-an. Dengan inovasi tersebut, akan terus ditampilkan musik-musik zaman sekarang. Festival Blues Rock yang akan digelar di Stasiun Kereta Mini TMII pada Sabtu (30/3/2019) mendatang, akan menampilan para musisi Indonesia. Diantaranya, sebut Sachur, Beatstones, Donny Suhendra With Jakarta Big City Blues All Star, Jelly Tobing With the Minstrels, Bisman Robinson, Budi Arab feat Hari Pochang, dan Guguns Blues Shelter.

Jelly Tobing merasa bersyukur TMII memfasilitasi para musisi Indonesia untuk tampil di festival. Menurutnya, acara musik memang harus dimulai dengar digelar di wahana rekreasi TMII. Apalagi akses TMII mudah dijangkau oleh pencinta musik. “Festival Blues Rock adalah gelaran musik lintas generasi. Ini acara langka. Kami harapkan acara ini berkelanjutan terus digelar di TMII,” ujar Jelly Tobing kepada Cendana News.

Gugun, gitaris Guguns Blues Shelter menambahkan, Jakarta Blues Festival pernah digelar lima kali, tapi kemudian menghilang. Dengan tampil di TMII, diharapkan bisa meramaikan musik genre blues. Akan banyak musisi bernostalgia di TMII. “Acara ini jadi reuni lintas generasi. Generasi sekarang bisa tahu ternyata tahun 70-80 sudah ada musik ini sudah dibawakan. Ini edukasi pengunjung juga,” ujarnya.

Gugun berharap acara musik blues tersebut bisa diadakan di TMII secara berkelanjutan. Selama ini tidak ada sarana yang mendukungnya. “Rock & Blues ini bisa jadi ikon TMII. Bisa digelar sebulan sekali, itu harapannya,” katanya.

Donny Suhendra. Foto: Sri Sugiarti.

Donny Suhendra mengatakan, acara festival musik blues akan menjadi ajang temu kangen teman lama, yang bergabung dalam komunitas Jumpa Teman Lama. Anggotanya adalah para musisi legendaris dan pencinta musik blues dan rock.

Komunitas yang dibentuk setahun lebih tersebut, bertujuan untuk menjalin silaturahmi yang sudah terputus. Adapun memilih tampil di TMII, karena ada kemudahan dari TMII memberikan fasilitas. Selain itu, program TMII sangat bersinergi dalam tampilan inovasi untuk menjangkau pengunjung segmen yang lebih luas.

Donny berharap acara ini bisa berlanjut diadakan di TMII.” Kalau nggak berlanjut ya, percuma ya. TMII sebagai wahana pelestarian budaya harus membuka diri pada kami para musisi ini,” ujarnya.

TMII, juga harus meningkatkan kualitas. “Karena kalau tidak, di sini banyak cagar budaya. Kalau tanpa aktivitas menjadi tenggelam. Jangan sampai seperti itu,” pungkasnya.

Lihat juga...