Tutut Soeharto: Pesantren Berjasa bagi Bangsa Indonesia

Editor: Satmoko Budi Santoso

JOMBANG – Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) didampingi adik bungsunya, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Hasbullah Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, Jumat (29/3/2019).

KH. M. Hasib Wahab Hasbullah, pemilik Pondok Pesantren Hasbullah Bahrul Ulum, menyambut kedatangan kedua Putri Cendana. Para santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar pesantren juga sangat antusias menyambutnya.

Di antara mereka, banyak yang berebut untuk bersalaman hingga berswafoto dengan kedua Putri Cendana yang terus menebar senyum.

Dalam sambutannya, KH. M. Hasib Wahab Hasbullah, mengucapkan salam hormat atas kedatangan Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto ke pondok pesantren miliknya.

Dirinya mengaku, sangat bangga dan bahagia bisa bersilaturahmi dengan keluarga Cendana. Dia berharap, momentum silaturahmi ini membawa berkah bagi umat muslim yang ada di Tambak Beras Jombang.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) memberikan kenangan buku tentang Pak Harto kepada pemilik pesantren Hasbullah Bahrul Ulum, KH. M. Hasib Wahab Hasbullah. Foto: Istimewa

“Alhamdulillah Ibu Tutut hadir di pesantren kami. Ini suatu kehormatan buat kami, terima kasih. Kami apresiasi dan sangat bangga,” kata KH. M. Hasib.

Kiai kharismatik ini mengaku, sangat mengagumi Pak Harto yang dalam kepemimpinannya telah sukses membangun bangsa dan menyejahterakan rakyat.

Pertemuannya dengan kedua Putri Cendana, diakui dirinya mampu mengobati rasa rindu pada sosok Pak Harto. “Kami merindukan Pak Harto, jasa beliau sangat mulia membangun bangsa ini. Kita harus melanjutkan program-program terbaik dari Pak Harto,” tandasnya.

Bagi Tutut Soeharto, mengunjungi pesantren sebagai upaya menjalin silaturahmi yang dulu selalu dirajut oleh ayahanda tercinta. Yakni, Presiden Soeharto, yang dalam setiap perjalanan ke daerah selalu menyempatkan untuk mengunjungi pesantren.

“Saya diamanatkan Bapak saya, agar saya sering sowan (silaturahmi) ke pesantren. Agar memperoleh nasihat, selalu didoakan oleh para kiai, para santri, dan mendapatkan berkah. Dan sampai kapan pun, saya akan terus menjalin silaturahmi dengan pesantren,” kata Tutut Soeharto.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa sang ayah, Presiden Soeharto juga mengatakan, keberadaan pesantren sangat membantu pemerintah dalam mendidik masyarakat. Karena peran pesantren sangat besar mendidik para santri sejak kecil.

“Kata Bapak saya, pesantren berjasa bagi bangsa Indonesia. Pesantrenlah yang memberikan pendasaran awal pembentukan moralitas generasi anak-anak bangsa. Pesantren memberikan pendidikan keagamaan dan menempa karakter kepada peserta didik,” kata Tutut Soeharto menirukan pesan Pak Harto, kala itu.

Pesantren tersebar di seluruh Indonesia, dan tumbuh secara swadaya. Sehingga bisa dibayangkan berapa biaya penyelenggaraan pesantren seluruh Indonesia. Tentunya, kata Tutut Soeharto, keberadaan pesantren ini sangat membantu pemerintah dalam penyelenggarakan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Silaturahmi ke Pondok Pesantren Hasbullah Bahrul Ulum ini menurutnya, untuk menjaga ikatan persaudaraan kebangsaan. Apalagi di era globalisasi ini arus informasi publik terkadang tanpa kontrol dengan munculnya beragam pemicu perpecahan antarmasyarakat.

Sebagai elemen masyarakat yang terus berkarya, pihaknya selalu berusaha untuk mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia.

“Kami akan terus berkarya dan berusaha mengabdi pada bangsa dan negara. Datang ke pesantren untuk silaturahmi memohon doa dan dukungan agar kami bisa mewujudkan Indonesia lebih baik lagi,” ujarnya disambut antusias hadirin.

Tutut Soeharto juga mengajak pimpinan pesantren, para santri dan masyarakat sekitar pesantren agar bersama-sama menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) berdoa bersama para ulama di makam pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah, saat silaturahmi ke Pondok Pesantren Hasbullah Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, Jumat (29/3/2019). Foto: Istimewa

Terpenting lagi, sebutnya, silaturahmi ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya pesantren mandiri pangan dan energi. Sehingga pesantren bisa memenuhi kebutuhan bahan pangan dan energi atas prakarsa sendiri, dari potensi yang dimiliki.

Pada kesempatan ini, Tutut Soeharto juga berdialog dengan masyarakat Tambak Beras Jombang. Berlanjut, putri sulung Presiden Soeharto menyerahkan kenang-kenangan buku tentang Pak Harto kepada para ulama Jombang.

Silaturahmi ini ditutup dengan ziarah ke makam pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah yang lokasinya sekitar 500 meter dari Pondok Pesantren Hasbullah Bahrul Ulum.

Di makam tersebut, Tutut Soeharto beserta rombongan dan para ulama melantunkan doa serta menaburkan bunga tanda penghormatan.

Lihat juga...