hut

Tutut Soeharto Sebut Kepala Desa Ujung Tombak Negara

Editor: Koko Triarko

SOLO – Siti Hardiyanti Rukmana memberikan sambutan dalam pengukuhan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), sebagai Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Aparat Desa (PARADE) Nusantara di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Donohudan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/3/2019).

Mengawali sambutannya, putri sulung Presiden Soeharto itu memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan nikmat sehat, hingga bisa menghadiri PARADE Nusantara.

Ia yang akrab disapa Tutut Soeharto, juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus PARADE Nusantara, yang telah mempercayai Tommy Soeharto menjadi ketua dewan pembina.

“Kami atas nama keluarga menyampaikan terima kasih yang tulus, telah mempercayai adik kami, menjadi ketua dewan pembina PARADE Nusantara. Mudah-mudahan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Dan, bisa membawa Partai Berkarya, masyarakat, bangsa dan negara menjadi lebih baik lagi,” kata Tutut Soeharto.

Tutut Soeharto menegaskan, kepala desa adalah ujung tombak dari pemerintah bangsa Indonesia, yang dipimpin langsung oleh rakyat. Dalam kepemimpinan juga sangat dekat dengan masyarakat dibandingkan dengan kepala daerah lainnya.

“Seperti bupati dekat juga, tetapi lurah atau kepala desa ini langsung berhadapan dengan rakyat. Dan, tahu betul apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Karena itu, saya kalau ketemu Pak Lurah itu senang sekali,” ujarnya.

Zaman dulu menjabat kepala desa bisa tahunan. Tapi kini ada batasan, yakni tiga kali pemilihan. “Tiga kali pemilihan itu 18 tahun, ini luar biasa,” ucapnya.

Dengan maraknya media sosial (medsos) menyebarkan berita yang belum tentu benar, Tutut Soeharto pun berpesan kepada kepala desa untuk menjaga masyarakat supaya jangan timbul gesekan-gesekan yang memecah belah persatuan bangsa dan negara Indonesia.

“Medsos itu kadang beritanya belum tentu betul. Karena itu, pertahankan gotong-royong di antara kita sebagai budaya peninggalan nenek moyang yang tak boleh dilupakan,” tukasnya.

Kegotong-royongan, menurutnya, merupakan satu kekuatan bagi bangsa Indonesia yang harus selalu dilakukan dalam kehidupan.

“Gotong-royong dan kesetiakawanan nasional harus dijaga bersama untuk berkarya membangun bangsa,” tegas perempuan energik ini.

Tutut Soeharto pun kembali menegaskan, bahwa kepala desa sebagai penjaga negara harus menjaga keamanan Tanah Air dengan baik.

“Saya titipkan bangsa dan negara ini kepada kepala desa sebagai ujung tombak penjaga negara,” pungkasnya.

Lihat juga...