hut

Tutut Soeharto Siap Wujudkan Desa Mandiri Pangan dan Energi

Editor: Koko Triarko

KEDIRI – Putri Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana, kembali menegaskan jika petani di Indonesia harus makmur dan sejahtera. Untuk itu, pihaknya bersama Partai Berkarya siap mendampingi para petani, dan mewujudkan Desa Mandiri Pangan dan Energi.

Putri Cendana yang karib disapa Tutut Soeharto itu, mengatakan hal tersebut saat panen raya bersama para petani di Desa Tempursari, Plemehan, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019).

Tutut Soeharto juga mengaku senang bisa silaturahmi dengan petani Desa Tempursari di panen raya ini. Ia yang didampingi sang adik, Siti Hutami Endang Adingsih (Mamiek Soeharto) dan para Caleg Partai Berkarya, bisa bercengkarama dengan para petani.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa hadir panen raya di sini bersama para petani. Dulu, petani kita pernah berjaya, kita harus optimis kejayaan di bidang pertanian bisa kita raih kembali,” ujarnya.

Kedua putri Cendana ini berbaur dengan para petani terjun ke sawah untuk membabat sendiri tanaman padi yang menguning. Buliran padi yang telah dipotong itu dipegangnya, lalu diangkat ke atas bersama dengan para petani.

Rombongan Keluarga Cendana hadir pada panen padi yang menggunakan pupuk organik cair Brigadium, produksi dari Bambang Triatmojo yang dibagikan kepada para petani.

Hasil panen padi dengan pupuk ini terbukti sangat bagus. Yakni, rumpun padi lebat dan bulir padi penuh. Keuntungan lainnya, padinya mempunyai nilai jual yang tinggi.

Usai panen raya, berlanjut dialog sambung rasa bersama petani dan masyarakat Desa Candirejo, Tegowangi.

Tutut  Soeharto  menyampaikan, Partai Berkarya akan  membangkitkan program pertanian dan peternakan terpadu di Desa Candirejo Tegowangi, Pare, Kediri. Di desa ini juga akan dibentuk  Koperasi Keluarga Tani Berkarya.

“Keberadaan koperasi sejak dulu telah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pertanian dan peternakan terpadu juga membangun kemandirian petani, kehidupannya lebih sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, seorang petani mengeluh kepada Tutut Soeharto, terkait mahalnya harga pupuk dan hasil panen yang kurang bagus. “Harga pupuk mahal, Bu. Panen juga tidak maksimal, ini kendala kami. Mohon dibantu dan dibimbing,” katanya.

Mendengar keluhan itu, Tutut Soeharto merasa prihatin. Lalu, dia mengatakan, pihaknya akan membantu dengan memberikan pupuk teknologi terbarukan dari Saung Berkarya.

Bahkan, pelatihan pertanian dan perternakan terpadu akan diberikan oleh staf ahli dari Saung Berkarya. Seperti dengan ternak sapi. Maka kata Tutut Soeharto, kotoran sapinya bisa diproses menjadi biogas yang dapat digunakan untuk memasak dan penerangan.

“Air kencing sapi bisa diproses jadi pestisida. Kotoran sapi diproses jadi biogas dan ampasnya jadi pupuk. Jadi, tidak ada yang terbuang, semua bermanfaat untuk pertanian,” jelas istri Indra Rukmana ini.

Pengelola Saung Berkarya, Sri Wahyuni, menambahkan, pihaknya akan mendorong terwujudnya Desa Mandiri Pangan dan Energi di Desa Candirejo Tegowangi.

Dia menjelaskan, program ini membantu menata proses pertanian dan perternakan dalam satu wilayah. Misalnya, kata dia, dalam satu desa ada 200 rumah. Kemudian setiap satu keluarga menanam 20 pohon cabai yang ditanam di pot-pot kecil di pelataran rumahnya.

“Nah, 200 rumah itu dikalikan 20 pohon cabai yang ditanam. Maka, akan didapat 4.000 pohon cabai. Kalau dapat setengah kilo cabai saja dari setiap rumah tersebut, sudah dapat  2 ton cabai. Ini luar biasa hasilnya untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Namun demikian, kata dia, para petani harus tetap menanam padi. Jangan ditinggalkan, karena itu yang utama. Begitu juga dalam bidang peternakan. Kotoran domba  dan ayam juga bisa dijadikan pupuk untuk pertanian.

Untuk mewujudkan Desa Candirejo Tegowangi menjadi Desa Mandiri Pangan dan Energi, menurutnya, nanti akan dibantu oleh para Caleg Partai Berkarya Dapil Jawa Timur. Sehingga diharapkan kehidupan masyarakat Desa Candirejo Tegowangi lebih sejahtera.

Putri sulung Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, mengaku senang bisa silaturahmi dengan petani Desa Tempursari di panen raya ini.

Tutut Soeharto yang didampingi sang adik, Siti Hutami Endang Adingsih (Mamiek Soeharto) dan para Caleg Partai Berkarya, bisa bercengkarama dengan para petani.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa hadir panen raya di sini bersama para petani. Dulu, petani kita pernah berjaya, kita harus optimis kejayaan di bidang pertanian bisa kita raih kembali,” ujarnya.

Kedua putri Cendana ini berbaur dengan para petani terjun ke sawah untuk membabat sendiri tanaman padi yang menguning. Buliran padi yang telah dipotong itu dipegangnya, lalu diangkat ke atas bersama dengan para petani.

Rombongan Keluarga Cendana hadir pada panen padi yang menggunakan pupuk organik cair Brigadium, produksi dari Bambang Triatmojo yang dibagikan kepada para petani.

Hasil panen padi dengan pupuk ini terbukti sangat bagus. Yakni, rumpun padi lebat dan bulir padi penuh. Keuntungan lainnya, padinya mempunyai nilai jual yang tinggi.

Usai panen raya, berlanjut dialog sambung rasa bersama petani dan masyarakat Desa Candirejo, Tegowangi.

Tutut  Soeharto  menyampaikan, Partai Berkarya akan  membangkitkan program pertanian dan peternakan terpadu di Desa Candirejo Tegowangi, Pare, Kediri. Di desa ini juga akan dibentuk  Koperasi Keluarga Tani Berkarya.

“Keberadaan koperasi sejak dulu telah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pertanian dan peternakan terpadu juga membangun kemandirian petani, kehidupannya lebih sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu, seorang petani mengeluh kepada Tutut Soeharto, terkait mahalnya harga pupuk dan hasil panen yang kurang bagus. “Harga pupuk mahal, Bu. Panen juga tidak maksimal, ini kendala kami. Mohon dibantu dan dibimbing,” katanya.

Mendengar keluhan itu, Tutut Soeharto merasa prihatin. Lalu, dia mengatakan, pihaknya akan membantu dengan memberikan pupuk teknologi terbarukan dari Saung Berkarya.

Bahkan, pelatihan pertanian dan perternakan terpadu akan diberikan oleh staf ahli dari Saung Berkarya. Seperti dengan ternak sapi. Maka kata Tutut Soeharto, kotoran sapinya bisa diproses menjadi biogas yang dapat digunakan untuk memasak dan penerangan.

“Air kencing sapi bisa diproses jadi pestisida. Kotoran sapi diproses jadi biogas dan ampasnya jadi pupuk. Jadi, tidak ada yang terbuang, semua bermanfaat untuk pertanian,” jelas istri Indra Rukmana ini.

Pengelola Saung Berkarya, Sri Wahyuni, menambahkan, pihaknya akan mendorong terwujudnya Desa Mandiri Pangan dan Energi di Desa Candirejo Tegowangi.

Dia menjelaskan, program ini membantu menata proses pertanian dan perternakan dalam satu wilayah. Misalnya, kata dia, dalam satu desa ada 200 rumah. Kemudian setiap satu keluarga menanam 20 pohon cabai yang ditanam di pot-pot kecil di pelataran rumahnya.

“Nah, 200 rumah itu dikalikan 20 pohon cabai yang ditanam. Maka, akan didapat 4.000 pohon cabai. Kalau dapat setengah kilo cabai saja dari setiap rumah tersebut, sudah dapat  2 ton cabai. Ini luar biasa hasilnya untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Namun demikian, kata dia, para petani harus tetap menanam padi. Jangan ditinggalkan, karena itu yang utama. Begitu juga dalam bidang peternakan. Kotoran domba  dan ayam juga bisa dijadikan pupuk untuk pertanian.

Untuk mewujudkan Desa Candirejo Tegowangi menjadi Desa Mandiri Pangan dan Energi, menurutnya, nanti akan dibantu oleh para Caleg Partai Berkarya Dapil Jawa Timur. Sehingga diharapkan kehidupan masyarakat Desa Candirejo Tegowangi lebih sejahtera.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!