Wagub Sumbar: Kembangkan Sektor Pertanian, Butuh Inovasi

Editor: Koko Triarko

132

PADANG – Provinsi Sumatra Barat memiliki hamparan lahan pertanian yang cukup luas. Kondisi ini membuat 60 persen masyarakat di Minangkabau berprofesi sebagai petani. Namun agar sektor pertanian tersebut dapat terus berkembang, dibutuhkan inovasi. 

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan, melihat perkembangan dunia dalam meningkatkan daya saing daerah, dirasa perlu menciptakan berbagai inovasi dalam pengembangan, dan memaksimalkan potensi sektor pertanian dan perkebunan Sumatra Barat. Karena hal itu merupakan keharusan, guna memenuhi kebutuhan pasar dan masyarakat.

“Sumatra Barat memiliki pontensi yang luar biasa pada sektor pertanian. Ini merupakan salah satu sektor pembangunan strategis dalam RPJMD Sumbar 2016-2021. Sektor pertanian juga menjadi penting, karena hampir 60 persen kehidupan masyarakat Sumatra Barat dari sektor pertanian,” katanya, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, keseriusan Pemerintah Sumatra Barat dalam pengembangan sektor pertanian, dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki masyarakat, tertuang dalam berbagai program dan kegiatan di sektor pertaniaan.

Nasrul Abit juga mengatakan, pada pertemuan di Balitbangtan Kementerian Pertanian, pembahasan yang menjadi fokus utama dalam pengembangan sektor pertanian di Sumatra Barat ialah peningkatan sektor produksi pertanian.

“Sektor produksi yang dimaksud, baik di sektor pangan seperti jagung, padi, cabai, perkebunan kakao, kopi, serai wangi dan nilam. Selanjutnya untuk hortikultura, seperti bawang merah dan bawang putih, yang nantinya menjadi harapan pemerintah Sumatra Barat dalam meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kondisi masyarakat Sumatra Barat yang sebagian besar memiliki perekonomian dari berkebun dan bertani, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan harus diawali dengan bibit unggul, dan dari Balitbang Kementan. Hal ini ternyata dari Balitbangtan Kementan bersedia membantu dalam penyediaan bibit unggul.

“Saat ini, Balitbangtan juga telah menyediakan seperti bibit padi gogo, jagung, alpukat dan lainnya, yang memiliki produktivitas luar biasa, yang sudah diinovasikan. Bukan hanya bibit, namun dalam inovasi teknologi pengolahan hasil dari pertanian dan perkebunan,” terangnya.

Nasrul juga menyebutkan, kultur budaya dan potensi yang dimiliki Sumatra Barat dalam pertanian merupakan modal utama yang harus dimaksimalkan. Sehingga bisa mengikuti perkembangan dan inovasi, dalam upaya meningkatkan perekonomian di Sumatra Barat, bukan hanya dari hasilnya, namun bisa juga dikembangkan menjadi agro wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Litbangtan, Ir. Muhammad Prahma Yufdy, menyampaikan Balitbangtan Kementerian Pertanian RI akan membantu menyediakan bibit unggul untuk membantu meningkatkan produktivitas di Sumatra Barat.

“Dari yang kami lihat, dalam bidang pangan maupun hortikultura, potensi yang dimiliki Sumatra Barat sangat bagus sekali untuk dikembangkan berbagai komoditi pertanian. Tentunya, kita mendukung hal ini,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...