hut

Warga di Pasar Sindu Sanur Dapatkan Tas Ramah Lingkungan

Editor: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Guna terus mendukung Perwali 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar beserta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, bersinergi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Denpasar dan Pertamina, melaksanakan pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat yang berbelanja serta pedagang yang berada di Pasar Sindu Sanur, Jumat (1/3/2019).

Ada pun jumlah tas yang dibagikan secara gratis di Pasar Sindu kali ini dengan total sebanyak 450 pcs tas belanja. Disediakan oleh IWAPI Kota Denpasar sebanyak 250 pcs tas, DLHK Kota Denpasar sebanyak 150 pcs tas, dan pertamina sebanyak 50 pcs tas belanja.

Plt. Kadis Perindag Kota Denpasar, Ida Bagus Anom Suniem, yang ditemui saat sosialisasi mengatakan, kegiatan sosialisasi Perwali 36 Tahun 2018 ini dilaksanakan dalam upaya mewujudkan Denpasar yang berwawasan budaya khususnya budaya bersih secara berkesinambungan. Untuk itu, diperlukan partisipasi berbagai pihak untuk menjaga dan meningkatkan kelestarian lingkungan.

Plt. Kadis Perindag Kota Denpasar, Ida Bagus Anom Suniem.- Foto: Sultan Anshori.

Selain melakukan pembagian tas juga dilaksanakan sosialisasi mengenai kriteria penilaian Pasar Rakyat Award yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Untuk itu, diharapkan pasar-pasar rakyat di Denpasar harus bersiap-siap.

Pasar rakyat yang dinilai berdasarkan tiga kategori, yakni Pasar Ramah Lingkungan, Pasar Ramah Difabel dan Pengelola Pasar Rakyat Terbaik. Di Denpasar sendiri ada empat pasar yang ikut serta dalam Pasar Rakyat Award yakni Pasar Badung, Pasar Agung, Pasar Kerta Waringin Sari, dan Pasar Sindu.

“Seluruh pasar rakyat di Denpasar wajib bergegas dan bersiap-siap untuk penilaian Pasar Rakyat Award dari pemerintah pusat, sehingga pasar rakyat mampu bersaing dan menjadi wahana peningkatan harkat dan martabat perdagangan serta UMKM,” ucap Ida Bagus Anom Suniem.

Sementara, Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar, menambahkan, terkait sosialisasi Perwali 36 Tahun 2018 sudah terus dilaksanakan. Kali ini sosialisasi dilaksanakan di Pasar Sindu Sanur.

Sosialisasi ini memang harus terus dilaksanakan agar masyarakat mengerti dan tahu tentang penggunaan kantong plastik yang dapat menyebabkan permasalahan lingkungan, mengganggu kesehatan manusia, dan makhluk hidup lainnya. Maka, dilakukan pengendalian terhadap penggunaan kantong plastik.

“Sosialisasi ini akan terus berlanjut di seluruh pasar rakyat yang ada di Kota Denpasar agar masyarakat menjadi terbiasa untuk tetap membawa tas belanja sendiri dari rumah,” ujarnya.

Lihat juga...