Warga Jakarta Antusias Kunjungi Foto Booth Presiden Soeharto

Editor: Satmoko Budi Santoso

374

JAKARTA – Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat. Jargon atau istilah itu sudah melekat dan terkenal di era Presiden Soeharto.

Diandri begitu antusias dan bersemangat ketika dari kejauhan melihat wajah Presiden Kedua RI,  H.M. Soeharto dan Hj. Tien Soeharto sedang bersepeda. Akhirnya, dirinya mendekat menyambangi keramaian booth Pak Harto dan Ibu Tien tersebut.

Setelah menunggu antrean, Diandri yang merupakan warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan ini, mengatakan, kalau Presiden Soeharto sangat luar biasa kepemimpinannya di Indonesia. Sangat merakyat, lebih mengutamakan atau memikirkan rakyat dibandingkan dirinya sendiri.

Diandri, warga lenteng Agung – Foto: M. Fahrizal

“Selama Pak Harto memimpin, Indonesia menjadi bagus, begitu luar biasa Pak Harto dalam memajukan negeri ini. Saya suka dengan gaya kepemimpinannya,” ucapnya, Minggu (17/3/2019).

Hal senada juga disampaikan Karyanto, warga Bangka IX. Dari dulu dirinya begitu menyukai kepemimpinan Pak Harto untuk bangsa dan negara. Jika pak Harto saat ini masih ada, dirinya menginginkan agar Pak Harto yang menjadi pemimpin.

Menurut Karyanto yang kesehariannya bekerja sebagai supir,  di zaman Pak Harto untuk mendapatkan pekerjaan begitu mudah.

“Yang paling berkesan dari Pak Harto, saya masih ingat, sampai saat ketika saya menjadi pedagang asongan, Pak Harto lewat. Saya menawarkan permen jahe, Pak Harto melambaikan tangan ke saya. Rasa bangga dan senang ketika Pak Harto melambaikan tangannya ke saya. Itu tidak bisa saya lupakan,” tuturnya.

Antusias warga yang rela antre untuk melakukan foto booth – Foto: M. Fahrizal

“Satu kata untuk Pak Harto, yakni Bapak Pembangunan pertama di Indonesia,” begitu kata Agus, warga Petamburan, Jakarta Pusat.

Dikatakan Agus, Pak Harto sebenarnya tidak hanya Bapak Pembangunan pertama di Indonesia saja, tetapi juga Presiden Kedua RI yang sangat dicintai rakyatnya. Dirinya rindu dengan kepemimpinan Pak Harto. Ungkapan “penak zamanku to” juga selalu mengingatkan dirinya akan kepemimpinan Pak Harto.

Mama Kirana, juga tidak akan lupa dengan senyuman Presiden Kedua RI tersebut. Menurutnya, Pak Harto merupakan pemimpin yang tegas dan berwibawa.

“Bapak Pembangunan, begitulah Pak Harto dikenal. Luluh lantak hati kalau melihat Pak Harto tersenyum, terasa adem dan damai rasanya,” jelas warga Tangerang ini.

Bakarudin, Ketua Penyelenggara menjelaskan, bahwa foto booth ini merupakan rangkaian acara Maret Bulan Pak Harto. Untuk foto booth di CFD Jakarta, merupakan pertama kali dilaksanakan.

Tujuan acara foto booth ini, dijelaskan Bakarudin,  dalam rangka menyampaikan nilai-nilai yang telah dilakukan Pak Harto dan Ibu Tien terutama dalam konteks pembangunan nasional.

Bakarudin, Ketua Penyelenggara – Foto: M. Fahrizal

Menurut Bakarudin, jika dilihat, ada jargon “Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat” merupakan bagian dari apa yang sudah Pak Harto pikirkan jauh-jauh sebelumnya. Bahwa sehat itu penting, sehat itu mahal.

“CFD ini aplikasi dari jalan sehat, bersepeda ketika zaman Pak Harto. Kita melihat bagaimana Pak Harto bersepeda dengan Ibu Tien, menunjukkan kebahagiaan, keharmonisan pemimpin,” ucapnya, Minggu (17/3/2019).

Bakarudin mengatakan, masyarakat sendiri masih mengingat nilai-nilai positif yang ditinggalkan Pak Harto. Sebagian besar masyarakat menyebut Pak Harto dengan sebutan Bapak Pembangunan, dan mereka sangat merasakan pembangunan yang dicapai pada masa Pak Harto hingga saat ini terus dinikmati.

Bakarudin menyebutkan, acara foto booth ini rencananya akan dilakukan di Yogya pada 31 Maret 2019. Antusias warga masyarakat dengan adanya acara foto booth Pak Harto di CFD begitu bagus. Mulai dari Minggu lalu (10/3/2019), foto booth Pak Harto banyak dikunjungi orang-orang yang ingin berfoto.

Dijelaskan Bakarudin, warga yang melakukan foto selfie ingin memiliki kenangan dengan Pak Harto dan Ibu Tien. Mereka melihat ada foto booth Pak Harto dan Ibu Tien, kemudian dengan sendirinya mereka antre untuk berfoto.

“Tua, muda, melakukan foto. Ratusan orang kita catat yang sudah foto bersama. Kita tidak memberikan hadiah, hanya suvenir gantungan kunci, stiker, bagi mereka yang berfoto dan meng-upload foto di jejaring sosial Facebook atau Instagram,” ucapnya.

Lihat juga...