hut

Warga Muhammadiyah Sepakat Wujudkan Pemilu Bermartabat

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Warga Muhammadiyah Kabupaten Banyumas bersepakat, untuk mewujudkan pemilu yang damai, aman dan bermartabat.

Komitmet tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Banyumas, Nur Fauzi, dalam acara sosialisasi pengawasan bersama jaringan Muhammadiyah Banyumas bersama Bawaslu Kabupaten Banyumas.

Nur Fauzi menegaskan, sebagai organisasi, Muhammadiyah tidak berpihak kepada calon maupun partai manapun. Sebaliknya, Muhammadiyah berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan pemilu yang damai dan bermartabat.

ʺSalah satu hal yang harus diwujudkan untuk menuju pemilu bermartabat yaitu, pemilih yang cerdas dan berdaulat, dan kita sepakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berdaulat. Secara organisasi Muhammadiyah tidak berpihak kepada calon ataupun partai manapun, tetapi warga Muhammadiyah memiliki hak pilih. Dan hak pilih tersebut akan dipergunakan secara cerdas,ʺ tegas Nur Fauzi, Minggu (10/3/2019).

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banyumas tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas, Miftahuddin menyambut baik komitmen Pemuda Muhammadiyah tersebut. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat untuk mewujudkan Pemilu 2019 menjadi pemilu yang damai, aman dan bermartabat.

Hal serupa juga disampaikan Koordinator Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banyumas, Yon Daryono. Menurutnya, dengan tingginya pastisipasi masyarakat di pemilu, secara otomatis akan mempersempit ruang terjadinya pelanggaran. Mengingat sampai saat ini, berdasarkan data di Bawaslu Banyumas, masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran pemilu.

Pelanggaran tersebut, antara lain kampanye di lembaga pendidikan, hingga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Muhammadiyah sebagai organisasi yang mempunyai banyak lembaga pendidikan, perlu mewaspadai hal tersebut.

Terutama tentang larangan untuk berkampanye di lembaga pendidikan. ʺPengawasan partisipatif dari masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah ini sangat penting, mengingat keterbatasan personil Bawaslu serta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Sementara jumlah peserta pemilu sangat banyak, mulai dari partai politik, kemudian para calon legislatif (caleg) dari seluruh partai politik peserta pemilu, hingga calon presiden dan wakil presiden,ʺ tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Yon Daryono juga menjelaskan pengertian money politik, beserta sanksi bagi pelakunya. Termasuk mengenai penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian Kendati demikian, diyakininya, warga Muhammadiyah akan menjunjung tinggi komitmen menjaga netralitas dan tidak melakukan pelanggaran. Sebaliknya justru bersama Bawaslu, akan ikut aktif mengawal proses pemilu.

Acara sosialisasi diakhiri dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Banyumas, mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan bermartabat.

Lihat juga...