Wujudkan SDG’s, Pemerintah Daerah Didorong Lakukan Kemitraan

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Pemerintah daerah harus membangun kemitraan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s).

Salah satu yang dibutuhkan adalah, mewujudkan ketersediaan energi terbarukan, sebagai pengganti energi tidak terbarukan. Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Dr. Surya Darma, menilai, Kalimantan Timur memiliki potensi energi terbarukan yang besar. Hal tersebut terlihat dari keberadaan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki.

“Kaltim memiliki potensi yang besar seperti sawit, dimana limbahnya bisa dijadikan energi listrik, dan masih ada potensi lainnya,” ungkap Surya Darma, di sela Seminar Nasional Pembangunan Berkelanjutan, di Balikpapan, Rabu (13/3/2019).

Transisi energi di Indonesia, melalui kebijakan energi nasional, perlu mendapat dukungan berbagai pihak. Dikhawatirkan, suatu saat Indonesia akan kehabisan sumber daya energi. Indonesia sudah pernah mengalami krisis, lantaran bertumpu pada energi fosil. “Tahun 70-an terjadi krisis, karena kita bertumpu pada energi fosil. Baru ketika krisis terpikir harus bagaimana. Salah satunya, mengenai negara penghasil minyak namun antri minyak, ini adalah salah satu konsekuensi dari subsidi pemerintah. Karena harga murah, maka banyak yang tidak peduli,” tandasnya.

Oleh karena itu, keberadaan Energi Baru Terbarukan (EBT), yang saat ini baru mencapai 8 persen masih perlu dimaksimalkan keberadaanya. Selama tujuh tahun ke depan, diharapkan Indonesia dapat menggerakkan EBT dari 8 persen menuju 23 persen.

Salah satu caranya dengan kemitraan. Dan yang ingin dibangun PTTEP, perusahaan eksplorasi dan produksi minyak nasional Thailand. “Salah satu yang kami ikuti adalah kemitraan sesuai dengan SDG’s nomor 17, yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan. Perlu digaungkan kerjasama dengan seluruh stakeholder, Pemerintah, akademisi dan masyarakat,” ungkap Afiat Djajanegara ,General Affairs Manager PTTEP Indonesia.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, menyebut, pembangunan tanpa dukungan semua pihak, mustahil dapat dilakukan pemerintah. “Seminar luar biasa ini mendapat perhatian dari kita semua, SDG’s penting untuk menjadi sasaran pembangunan kita. Pemerintah telah bekerja keras untuk memastikan pembangunan agar terus berkelanjutan dan memiliki multiplier effect. Tidak mungkin pembangunan bisa terealisasi tanpa dukungan segala pihak, seluruh stakeholders harus bekerja sama untuk membangun iklim positif,” tuturnya.

Namun demikian, pihak swasta yang turut andil dalam proses pembangunan di Kaltim, tetap harus memperhatikan aspek lingkungan, keberadaan masyarakat sekitar, termasuk konsep pembangunan berkelanjutan.

Lihat juga...