hut

114 Kendaraan Bermotor di Balikpapan tak Lulus Uji Emisi

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Sedikitnya 114 kendaraan bermotor tidak lulus saat Pemerintah Kota Balikpapan melakukan uji emisi selama tiga hari yang dimulai sejak 9 hingga 11 April 2019.

Kendaraan yang tidak lulus uji emisi itu terdiri dari jenis BBM Gasoline sebanyak 105 unit, diesel 3 unit, dan 6 unit kendaraan dinas.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan kendaraan yang lulus uji emisi berdasarkan jenis BBM sebanyak 2.410 unit atau 95,71% yang terdiri gasoline 2.023 unit, diesel 387 unit dan 69 unit kendaraan dinas.

“Dari jumlah kendaraan yang terjaring 95 persen kendaraan sudah lolos uji emisi. Sekitar 2.500 kendaraan berhasil terjaring, dan sampai batas waktu melakukan kegiatan uji emisi telah melampaui target,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto – Foto: Ferry Cahyanti

Menurutnya, untuk angkutan kota maupun tidak termasuk yang diuji emisi. Karena jenis kendaraan tersebut sudah seharusnya menjalani uji emisi melalui Dinas Perhubungan. “Kalau seperti angkutan tidak karena sudah ada sendiri uji emisinya,” sebutnya, Jumat (12/4/2019).

Selama ini pelaksanaan uji emisi semacam ini dibiayai oleh pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. namun mulai beberapa tahun belakangan pemerintah kota secara mandiri melaksanakan.

“Yang terpenting adalah penilaian Adipura salah satunya kontribusi bersih udara. Ini nilainya sekitar 10 persen di Adipura,” tuturnya.

Jika tidak melaksanakan uji emisi semacam ini, maka salah satu kriteria nilai akan kurang. Untuk diketahui uji emisi oleh DLH ini dianggarkan Rp 115 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.

Terkait dengan kendaraan yang tidak lulus uji emisi, Suryanto mengatakan, yang bisa dilakukan adalah melakukan servis atau perawatan rutin kendaraan. Selain itu bisa menggunakan BBM ramah lingkungan, juga ecodriving.

“Harapannya kegiatan ini menjadi sarana untuk mengetahui kualitas emisi gas buang kendaraan di Balikpapan. Ini juga bentuk kampanye agar kendaraan menggunakan BBM ramah lingkungan, beralih ke bahan bakar gas, dan menerapkan ecodriving,” pungkas Suryanto.

Dia menambahkan, pelaksanaan uji emisi ini dilaksanakan karena emisi gas yang dihasilkan dari kendaraan bermotor pada umumnya berdampak negatif terhadap lingkungan. Dimana emisi gas buang sebagai sumber pencemaran udara adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor.

“Uji emisi ini untuk mengukur emisi gas buang dari kendaraan bermotor dengan alat khusus yang disebut Gas Analyzer. Kegiatan uji emisi sebenarnya ada kaitannya dengan penilaian Adipura yang salah satunya mengukur kinerja lingkungan dari sisi kualitas udara,” tambahnya.

Lihat juga...