18 Siswa Berkebutuhan Khusus di Tulungagung Ikuti UN

Ilustrasi - Ujian nasional berbasis kertas braile di SLB. (Ant)

TULUNGAGUNG — Sebanyak 18 siswa berkebutuhan khusus atau difabel di sejumlah SLB di Tulungagung, Jawa Timur mengikuti ujian nasional berbasis kertas yang digelar pada Senin (1/4), Selasa (2/4), dan Kamis (6/4).

Salah satu ujian untuk siswa difabel terpantau di SLB/SMALB PGRI Kedungwaru, Tulungagung, Selasa, di mana seorang siswa difabel netra mengerjakan soal Matematika di lembaran kertas braile.

“Di sini siswa yang mengikuti ujian nasional hanya satu siswa tuna netra, lainnya ada di SMALB lain,” kata Kepala SLB-A PGRI Kedungwaru, Tulungagung Lilik Asmarini di Tulungagung, Selasa (2/4/2019).

Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan UN braile di sekolah tersebut.

Fajar Calvino Samsu Duha (20), siswa difabel netra yang menjadi satu-satunya peserta UN braile di sekolah tersebut mengerjakan soal demi soal dengan mengandalkan kemampuan baca tulisan braile menggunakan ujung jari-jemarinya.

Pada hari pertama UN braile mata pelajaran Bahasa Indonesia, Fajar mengaku cukup lancar mengerjakan soal. Namun, pada hari kedua UN dengan mata ujian Matematika dia sempat merasa kesulitan.

“Matematika agak sulit karena harus menghitung. Ada beberapa soal perkalian yang sulit dan mengerjakannya menjadi lama,” kata dia usai ujian.

Seperti pelaksanaan ujian pada umumnya, Fajar juga diawasi oleh dua orang. “Standar kelulusannya juga ditentukan oleh pusat sehingga kita mengikuti,” kata Lilik.

Pihak sekolah juga menggelar sejumlah uji coba ujian sebagai persiapannya untuk mengikuti UNBK. Pendalaman materi mata pelajaran yang akan diujikan juga dilakukan para guru.

Data Dinas Pendidikan Tulungagung, selain di SLB-A PGRI Kedungwaru, ujian nasional untuk siswa berkebutuhan khusus di wilayah Kabupaten Tulungagung juga diselenggarakan di SLB-C Negeri Tulungagung dengan jumlah peserta difabel wicara empat siswa, di SLB-B Negeri Tulungagung tujuh siswa, dan di SMALBS Bintara enam siswa. (Ant)

Lihat juga...