27 Penyandang Disabilitas Mental di Bekasi, Ikut Mencoblos

Editor: Koko Triarko

170

BEKASI – Sebanyak 27 orang penyandang disabilitas mental di dua yayasan, yakni Yayasan Galuh di Kecamatan Rawalumbu dan Yayasan Zamrud di Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, memberikan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum  2019.

“Jumlah penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kelurahan Sepanjangjaya, Kecamatan Rawalumbu, totalnya ada 17 orang yang ikut mencoblos. Mekanismenya, petugas datang langsung ke yayasan,” kata Ketua Panwaslu Kelurahan Sepanjangjaya, Nur Hayati, Rabu (17/4/2019).

Nur Hayati, Ketua Panwaslu Kelurahan Sepanjangjaya –Foto: M Amin

Penyandang disabilitas terlihat antusias memberikan hak suaranya. Pelaksanaan pencoblosan dilakukan hanya beralaskan kardus, dan dibimbing langsung petugas TPS yang hadir di yayasan tersebut.

Setelah selesai mencoblos, kertas suara hanya disimpan dalam plastik transparan untuk dimasukkan ke dalam kotak suara pada TPS terdekat.

Nurhayati mengakui, bahwa hal tersebut dilaksanakan karena mendadak dan tidak mungkin petugas TPS membawa kotak suara ke Yayasan, karena sesuai data, 17 penderita disabilitas tersebut masuk ke beberapa TPS di Kelurahan Sepanjang Jaya.

Ada pun rinciannya, peyandang disabilitas itu mencoblos di TPS 116, 11 orang, TPS 19, tiga orang dan TPS 21 tiga orang.

Sementara itu, penderita disabilitas yang berada di Yayasan Zamrud, Kecamatan Mustikajaya, berjumlah 10 orang saat melakukan pencoblos datang langsung ke TPS dengan didampingi petugas dari yayasan.

“Yayasan Zamrud hanya 10 orang penyandang disabilitas yang memberikan hak suaranya. Sesuai data memang yang masuk DPT banyak, tetapi setelah dilakukan pengecekan, hanya 10 orang yang bisa mencoblos,”ujar Sumidi, Ketua Panwaslu, Kecamatan Mustikajaya.

Dikatakan, sepuluh orang penyandang disabilitas mental tersebut hadir langsung ke TPS 42 dengan jumlah DPT mencapai 184 orang. Tapi, memang mereka datang sekira pukul 12.00 WIB, agar tidak bercampur dengan pemilih umum lainnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Kota Bekasi, Pedro Purnama Kalangi, menyampaikan, bahwa jumlah pemilih disabilitas di Kota Bekasi mencapai 143 orang. Data tersebut bersumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi.

“Itu sudah data dari Disdukcapil, karena mereka yang boleh milih kan yang telah punya KTP-el atau Suket,” kata Pedro, kepada wartawan.

Pedro merinci, dari data 143 itu sebanyak 109 berasal Yayasan Galuh Rawalumbu, dan 34 pasien dari Yayasan Zamrud Biru Mustikajaya.

Lihat juga...