3.086 Masyarakat di Padang Manfaatkan Tabur Puja

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, mencatat adanya perkembangan jumlah masyarakat yang telah memanfaatkan pinjaman lunak Tabur Puja sepanjang tahun 2018 lalu.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, saat ini tercatat jumlah anggota atau masyarakat yang telah memanfaatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja mencapai 3.086 orang yang tersebar di 88 Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) 9 kecamatan.

“Jumlah yang cukup besar bagi KSU Derami dapat membantu masyarakat atau keluarga kurang mampu melalui unit usaha koperasi yakni Tabur Puja. Ada 33 Posdaya di 9 kecamatan yang terbagi pada 33 kelurahan yang ada di Kota Padang. Ke depan angka ini diharapkan agar terus bertambah hendaknya,” katanya, Selasa (23/4/2019).

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, untuk jumlah anggota yang mencapai 3.086 orang itu, jumlah pinjaman bervariasi, mulai dari jumlah pinjaman awal yakni Rp2 juta hingga ke pinjaman terbesar yakni Rp5 juta. Untuk anggota yang tergolong aktif mengakses pinjaman ke Tabur Puja jumlahnya mencapai 2.000 orang. Aktif yang dimaksud ialah anggota yang secara berkelanjutan meminjam dana modal usaha ke Tabur Puja.

“Biasanya orang yang meminjam dana itu, apabila sudah selesai pembayaran pinjamannya, tidak ada lagi kelanjutannya atau cukup sekali saja. Nah untuk yang aktif ini tetap berlanjut lagi, setelah selesai, pinjam lagi. Bahkan ada yang menambah jumlah pinjaman, dari Rp2 juta naik ke Rp3 juta, dari Rp3 juta naik ke Rp4 juta, dan ada yang sampai ke Rp5 juta,” ujarnya.

Namun secara garis besar, untuk anggota yang tengah menjalani pinjaman dengan jumlah Rp5 juta itu terbilang cukup banyak. Mereka itu tetap bertahan dari tahun ke tahun mendapatkan pinjaman modal usaha sebesar Rp5 juta.

Usaha yang dijalani terbilang usaha kecil, seperti usaha jahitan pakaian, kafe mini di kawasan wisata, dan pedagang kaki lima di pasar.

Menurutnya, setelah menjalani Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSU Derami Padang kemarin yang dihadiri lebih dari separuh anggota, juga turut membahas tentang Posdaya yang aktif dan juga jumlah anggota yang ada saat ini.

Pada intinya, pengurus di KSU Derami menargetkan persoalan anggota akan terus bertambah. Artinya semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses Tabur Puja, maka pendapatan koperasi turut bertambah.

“Kita secara prinsip membantu atau memberikan pinjaman modal usaha secara adil, tanpa pandang status sosial. Asalkan mereka dari keluarga kurang mampu, maka akan diberi kemudahan mendapatkan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja. Karena memang KSU Derami targetnya itu keluarga kurang mampu, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya.

Ayu mengaku, sejauh ini KSU Derami belum bisa mengakses seluruh kecamatan dan seluruh kelurahan yang ada di Kota Padang. Artinya masih ada 3 kecamatan lagi yang belum bisa disebarkan akses pinjaman modal usaha Tabur Pujanya, salah satunya di Kecamatan Teluk Kabung Bungus.

Di sana merupakan daerah arah selatan dari Kota Padang. Secara jarak dari Kantor KSU Derami Padang yang berada dekat dari pusat kota, akan sulit untuk menyebar ke daerah Bungus tersebut.

“Sejauh ini memang daerah di Bungus itu belum bisa kita jangkau. Hal yang diperhitungkan itu keselamatan dari Asisten Kredit (AK) yang turun setiap hari. Dengan waktu perjalanan yang hampir satu jam kantor-Bungus, membuat KSU Derami harus mengurungkan niat membuka Tabur Puja di sana,” tegasnya.

Kendati demikian, Ayu menyatakan, setelah nanti ada solusi, tidak ada yang tidak mungkin jika benar daerah Bungus sangat potensial dikembangkan akses pinjaman lunak dari Tabur Puja. Karena di sana secara ekonomi, terlihat cukup banyak masyarakat yang hidup kurang mampu. Diperkirakan di Bungus, masyarakatnya hidup sebagai petani dan nelayan.

Selain itu, ia menyebutkan, melihat sejak awal pelaksanaan SKIM Tabur Puja di Kota Padang yaitu bulan April 2014, hingga akhir tahun buku 2018, sebenarnya ada 5.587 orang anggota dari berbagai kelompok Posdaya karyawan dan umum yang terdaftar sebagai anggota Koperasi Derami.

Namun melihat sebagian anggota yang telah meningkat kesejahteraannya, tidak lagi mengakses SKIM Tabur Puja, sehingga untuk akhir Tahun Buku 2018, anggota Posdaya yang mengakses SKIM Tabur Puja berkurang menjadi 2000 orang. Hal ini menunjukkan perekonomian masyarakat tumbuh dengan baik.

Lihat juga...