hut

62 TPS di NTT Lakukan PSU

Editor: Koko Triarko

KUPANG –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT, akhirnya menetapkan 62 Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hal ini berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTT.

“Pemungutan suara ulang di 62 TPS ini berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu NTT, berdasarkan pengawasan yang dilakukan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL),” kata Ketua KPU Provinsi NTT, Thomas Dohu, Senin (22/4/2019).

Ketua KPU provinsi NTT, Thomas Dohu. -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Thomas, sebelumnya direkomendasikan PSU di 51 TPS dan meningkat menjadi 62 TPS. Jumlah TPS itu tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kupang, berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu NTT, pada Minggu (21/4).

“Selain PSU di 62 TPS, juga ada Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di 5 TPS di kabupaten Sikka. Pemungutan suara tersebut akan dilaksanakan serentak pada Sabtu (27/4),” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU kabupaten Lembata, Elias Keluli Making, mengatakan, untuk kabupaten Lembata ada 2 TPS yang akan menyelenggarakan PSU. Ketiga TPS yang menggelar PSU, yakni TPS 01 di Desa Lewoeleng, kecamatan Lebatukan.

“Sementara dua TPS lainnya berada di kecamatan Nubatukan, yakni TPS 11 di kelurahan Selandoro, dan  01 di kelurahan Lewoleba Barat. KPU Lembata telah mengeluarkan keputusan tentang dilakukannya pemungutan suara ulang pada 3 TPS tersebut,” tuturnya.

Menurut Elias, pemicu diadakan pemungutan suara ulang karena adanya pemilih yang mencoblos menggunakan KTP Elektronik, meskipun alamat yang tertera di KTP tersebut berada di desa atau kelurahan lain di luar 3 daerah tersebut.

“Ada dua kasus merupakan rekomendasi pengawas pemilu lapangan, sedangkan satu kasus lagi direkomendasikan oleh ketua Panwascam Nubatukan. Setiap pengawas pemilu di TPS memiliki kewenangan mengeluarkan rekomendasi PSU, jika ditemukan adanya pelanggaran,” terangnya.

Bila PPL di TPS tidak mengeluarkan rekomendasi, kata Elias, maka Panwaslu kecamatan yang akan mengeluarkan rekomendasi PSU. KPU Lembata akan melaksanakan rekomendasi yang telah dikeluarkan Bawaslu Lembata tersebut.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan Polres Lembata dan Bawaslu. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan Panitia Pemilu Kecamatan (PPK), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada masing-masing TPS, dan semuanya siap bertugas melaksanakan PSU,” tuturnya.

Pemungutan suara ulang tersebut, kata Elias, seharusnya tidak terjadi bila petugas KPPS memahami dengan baik, mengenai aturan pencoblosan. Pihaknya telah memberikan sosialisasi mengenai siapa saja yang bisa melakukan pencoblosan, namun kesalahan tetap saja ada.

“Mungkin komunikasi dari PPK hingga PPS dan KPPS masih belum berjalan baik, sehingga masih terjadi salah persepsi.Tentunya kejadian ini akan menjadi catatan untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!