Aksi Blokir Jalan ke Waduk Napun Gete, Murni Keinginan Warga

Editor: Mahadeva

320

MAUMERE – Aksi pemblokiran satu-satunya akses menuju lokasi pembangunan waduk Napun Gete di Desa Ilimedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, murni keinginan pemilik lahan.

Tidak ada orang yang menyuruh para pemilik lahan melakukannya, termasuk camat, seperti informasi yang beredar. “Aksi kami ini murni berasal dari pemilik lahan bukan atas suruhan siapapun. Kami pemilik lahan sudah bosan dan tidak tahu harus percaya kepada siapa lagi. Satu-satunya jalan yang terbaik yakni menutup akses jalan menuju waduk Napun Gete,” tegas Eliseus Dalo, Warga Desa Ilinmedo, Kecamatan Waiblama, Sabtu (13/4/2019).

Para pemilik lahan, yang dipergunakan untuk pembangunan waduk Napun Get, saat ditemui Cendana News di lokasi pembangunan menyebut, warga menunggu uang yang menjadi hak mereka. Setelah sisa pembayaran ganti rugi mencapai 100 persenatau  selesai, baru akses jalan dibuka.

“Kadis PUPR Sikka katakan, uangnya Rp271 miliar. Dimana Rp40 miliar untuk bayar sisa ganti rugi lahan. Dana sisanya akan dipergunakan untuk relokasi rumah warga dan pengaspalan jalan,” terangnya.

Setiap kali pemilik lahan menanyakan kata Eliseus, Bupati Sikka dan Kepala Dinas PUPR Sikka, selalu mengatakan, uangnya sudah ada tapi masih menunggu proses administrasi. Lebih baik dikatakan terus terang saja, bahwa dananya masih belum pasti dan sedang diperjuangkan. “Kami pemilik lahan terus saja ditipu dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun. Kami tidak menganggu kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pihak kontraktor selama penutupan akses jalan masuk ini,” tegasnya.

Eliseus menyesalkan, pembayaran ganti rugi lahan tidak melalui pemerintahan desa. Ini yang membuat pihak desa juga tidak mengetahui, siapa saja warga yang telah mendapatkan ganti rugi. Proses adiminstrasi juga dinilai berbelit-belit, dan pihak desa sama sekali tidak dilibatkan. Di 2018, Eliseus menyebut, pemilik lahan melakukan aksi penutupan jalan. Penjabat Bupati Sikka dan Kapolres Sikka mendatangi lokasi, dan meminta warga untuk membuka akses jalan.

“Dana sisanya sekitar Rp50 miliar, akan dibayar di November 2018. Namun dalam perjalanan, realisasinya tidak ada. Pemilik lahan pun tetap bersabar terus,” tuturnya menahan emosi.

Eliseus menyebut,  di 2019 pemilik lahan telah berkordinasi dengan Bupati Sikka yang baru, Fransiskus Roberto Diogo. Dan bupati mengatakan, sedang mengurus administrasi dana dan pembayaran ganti rugi seluruhnya paling lama dibayar bulan Maret 2019.

“Di 2 April, pemilik lahan bertemu dengan Bupati Sikka di rumah jabatan dan bupati katakan, tanggungjawab Pemda Sikka sudah selesai dibayar. Bupati-pun menelpon Kepala Dinas PUPR Sikka, dan dikatakan, dana dari pemerintah pusat sudah ada, dan paling lama di April 2019 sudah bisa dicairkan,” jelasnya.

Bertemu Pemkab Sikka, sudah dilakukan oleh pemilik lahan. Sehingga mereka kini tidak tahu harus mengadu kemana lagi. Akhirnya, atas kesadaran sendiri, para pemilik lahan memilih menutup akses menuju ke waduk Napun Gete pada 11 April 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Tommy Lameng, menyebut, pihaknya sudah mengecek ke pemerintah pusat. Hasilnya, dana untuk pembayaran ganti rugi lahan sudah tersedia. “Dananya memang ada, tetapi memang pengurusan pencairannya harus melalui proses. Pertama harus ada penetapan lokasi dari Gubernur NTT. Gubernur juga belum menandatanganinya,” jelasnya.

Tommy  menyebut, pihaknya hanya tinggal mengurus administrasi pencarian ke Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara. Dengan begitu, warga disebutnya tidak perlu khawatir mengenai pencairan. “Perhitungan dari tim apraisal juga harus diperiksa terlebih dahulu oleh BPKP NTT. Setelah dicek baru diserahkan kepada Balai Wilayah Sungai sehingga bisa segera dibayarkan,” pungkasnya.

Papan proyek yang terdapat di lokasi menjelaskan, pembangunan Waduk Napun Gete dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya. Nilai kotrak Rp849,939 miliar. Pekerjaan dimulai Desember 2016. Sumber dana pembangunan waduk Napun gete berasal dari APBN murni dengan waktu pengerjaan 1.470 hari kalender. Lokasi pembangunan berada di Desa Ilinmedo dan Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.

Lihat juga...