Amankan Pemilu di Bali, Penembak Jitu Dikerahkan

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Polresta Denpasar dan KODIM 1611/Badung, memperkuat pengamanan pada H-1 pelaksanaan pemungutan suara. Selain menyiagakan personel berseragam dinas, pasukan khusus sniper atau penembak jitu juga dikerahkan.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan, menegaskan, pengerahan pasukan khusus penembak jitu untuk menjamin keamanan pada pelaksanaan pilpres dan pileg, Rabu (17/4). Penembak jitu tersebut mulai melaksanakan patroli malam hari sampai pelaksanaan pemungutan suara.

“Ada 30 pasukan khusus penembak jitu yang dikerahkan mengamankan pesta demokrasi. Kita melakukan langkah antisipasi, jangan sampai ada perusuh yang ingin membuat kegaduhan. Kalau ada yang membuat kegaduhan, kami tindak tegas,” kata Kombes Pol. Ruddi Setiawan, saat sidak di beberapa TPS, Selasa, (15/4/2019).

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak takut datang ke TPS untuk memberikan hak suara pada pemilu 2019. “Jangan, takut. Kepolisian bersama TNI menjamin keamanan masyarakat,” tegas mantan Wadir Reskrimsus POLDA Bali, ini.

“Dari pengecekan, mayoritas sudah mendekati 100 persen. Kami juga membuat dua tempat pos pengamanan terpadu di Lapangan Renon dan di jalan Cokroaminoto, Denpasar Barat,” Ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1611 Badung, Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo, mengatakan pihaknya dalam pengamanan pemilu 2019 mengerahkan 250 personel gabungan, di antaranya Raider, Zipur dan Kavaleri.

“Kami juga ada tim khusus penembak runduk dan penembak jitu yang juga diterjunkan dalam pengamanan pesta demokrasi,” ujar Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo.

Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo juga menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak tidak bertanggung jawab atau ingin membuat kekacauan pada pemilu.

Lihat juga...