hut

Angin Kencang, Petani di Perbatasan Bekasi Khawatir Gagal Panen

Editor: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Petani di perbatasan kabupaten dan Kota Bekasi, Jawa Barat, khawatir soal kondisi cuaca seperti hujan dan angin kencang yang kerap terjadi di wilayah setempat. Pasalnya, angin kencang dan hujan dapat merusak tanaman padi hingga mengakibatkan gagal panen.

“Sekarang lagi musim angin kencang, lihat padi di pinggiran mulai rebah karena disapu angin. Kalau rebah maka padi nggak bisa diambil,” ujar Suaebah, petani asal Indramayu yang bertanam padi di sawah area Prima Harapan Regency, di Bekasi Utara, Senin (22/4/2019).

Dikatakan, saat ini tanaman padinya mulai berbuah, tetapi belum berisi. Jika sampai terjadi angin kencang dan menerjang padi, maka akan terjadi rebah. Membuat gagal panen. Pasalnya, imbuh Suaebah, jika rebah belum berisi tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Menurutnya, guna mengantisipasi rebah akibat diterjang angin kencang di musim hujan seperti sekarang, harus dibuatkan pagar bambu sebagai penahan. Suaebah mengelola empat kotak sawah bersama anaknya.

“Kalau sampai padinya sudah rubuh dan belum isi, ya sudah nasib, berarti belum milik. Mau gimana lagi,” ujar Suaebah pasrah, menunjukkan beberapa titik rumpun padinya sudah ada yang rebah. Meskipun belum parah.

Kekhawatiran akan cuaca seperti angin kencang juga disampaikan Jumirah. Dengan logat Jawa dia mengaku hal yang sama dengan mengatakan di Bekasi saat ini kerap terjadi musim angin besar. Jumirah dan Suaebah sama-sama menanam padi di lahan milik perusahaan dan dibayar setelah panen.

“Kami sewa lima kotak, dibagi dua Rp3.700.000. Sementara untuk modal awal sudah biasa meminjam tengkulak. Setelah panen baru bayar,” ujarnya mengaku belum pernah mendapat bantuan bibit atau pupuk dari Pemerintah.

Dia juga berharap, saat panen harga gabah bisa lebih baik. Sehingga masih ada sisa setelah dipotong biaya macam-macam.

Suaebah dan Jumirah mengaku, akan memasuki masa panen setelah lebaran Idul Fitri.

“Sekarang, lihat sendiri masih baru keluar dan belum berisi, paling setelah Lebaran,” pungkas Jumirah.

Lihat juga...