Anjing Kintamani Resmi Menjadi Anjing Ras Indonesia

Editor: Mahadeva

197

DENPASAR – Federasi Cynologique Internationale (FCI) secara resmi mengakui keberadaan Anjing Kintamani Bali sebagai satu trah tersendiri anjing asli Indonesia.

Dengan demikian, Anjing Kintamani Bali merupakan anjing trah asli Indonesia pertama, yang memperoleh pengakuan dunia, dalam hal ini FCI yang merupakan, organisasi internasional untuk perlindungan dan pengembangan semua trah dan galur murni anjing di dunia. Surat pengakuan itu diserahkan Benny Kwok, Kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, di gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/4/2019) sore.

Dengan pengakuan ini, berarti FCI secara resmi mengumumkan ke seluruh dunia, bahwa Anjing Kintamani Bali adalah satu trah anjing tersendiri. Anjing Kintamani Bali adalah anjing asli Indonesia,” ujar Ketua Umum Indonesia Kennel Klub (IKK) Benny Kwok Wie Sioe, usai penyerahan sertifikat pengakuan untuk Anjing Kintamani.

Benny Kwok menyebut, proses untuk memperoleh pengakuan FCI membutuhkan waktu lama. Proses seleksinya sangat ketat. Sebelum usulan pengakuan diajukan kepada Komite Umum FCI, usulan tersebut diteliti dan diuji terlebih dahulu oleh dua komite berbeda. Antara lain seperti Komite Standardisasi dan Komite Ilmiah. Tanpa persetujuan kedua komite, usulan tidak akan dibahas oleh Komite Umum FCI.

Dengan adanya pengakuan tersebut, Anjing Kintamani Bali berhak mengikuti sejumlah kompetisi, dan show anjing tertentu di tingkat internasional. Selain itu, dokumen kelahiran dan silsilah setiap Anjing Kintamani Bali juga berhak ditandai dengan logo FCI. “Sesudah pengakuan resmi, FCI akan terus memonitor perkembangan Anjing Kintamani Bali selama 10 tahun. Jika trah ini menunjukkan perkembangan positif baik dari segi jumlah maupun kualitas, maka statusnya-pun akan dinaikkan,” jelasnya.

Gubernur Bali, Koster menyatakan, pengakuan tersebut merupakan yang pertama bagi anjing asli Indonesia. Pengakuan tersebut menunjukkan, bahwa dunia internasional mengakui Bali memiliki anjing trah asli Indonesia dengan kualitas tinggi.

Anjing Kintamani layak mengikuti kompetisi-kompetisi bergengsi di level nasional maupun internasional. “Sebagai orang Bali saya sangat bangga atas apresiasi yang kita terima dari dunia internasional ini,” ujar Gubernur Koster.

Pengakuan tersebut harus dijadikan motivasi oleh semua elemen masyarakat, untuk lebih melestarikan dan mengembangkan satwa dan tanaman lokal. Secara khusus pemerintah daerah akan membuat peraturan, agar habitat Anjing Kintamani terus berkembang dengan baik.

Setelah Anjing Kintamani, Pemprov Bali akan juga memperjuangkan beberapa komoditi pertanian yang berasal dari Bali. Misalnya salak Bali, Manggis Bali dan beberapa komoditas yang sudah terkenal, baik di dalam maupun luar negeri. “Alam kita luar biasa, kita banyak memiliki satwa asli dan berkualitas, seperti Jalak Bali dan Sapi Bali. Satwa-satwa ini harus kita lestarikan untuk menjaga keunikan ekosistem alami Bali, serta menambah keunggulan kompetitif bagi ekonomi lokal,” tandasnya.

FCI didirikan di 1911 oleh lima negara Jerman, Belgia, Perancis, Belanda, Austria. FCI kini beranggotakan 96 negara di seluruh dunia, dan memiliki kantor pusat di Belgia. Di Indonesia, komunitas ini diberi nama IKK, yang dulu bernama Perkin (Perkumpulan Kinologi Indonesia). IKK, merupakan satu-satunya organisasi pecinta anjing di Indonesia, yang berhak mengeluarkan dokumen resmi tentang kelahiran dan silsilah anjing.

Lihat juga...