Antisipasi Serangan Fajar, Polresta Malang Bentuk Tim Khusus

Editor: Satmoko Budi Santoso

183

MALANG – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Asfuri, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani kemungkinan terjadinya serangan fajar jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi terjadinya money politic atau serangan fajar,” ujarnya usai memimpin apel gelar pergeseran pasukan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Alun-alun Merdeka, Selasa (16/4/2019). Tim ini, menurutnya, beranggotakan 10 personel.

Menurut AKBP Asfuri, nantinya apabila di lapangan ternyata ditemukan adanya kelompok masyarakat yang melakukan money politic atau serangan fajar, akan langsung diserahkan ke Bawaslu untuk diproses lebih lanjut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak menerima maupun melakukan money politic yang justru dapat mengotori pelaksanaan pemilu kali ini,” imbaunya.

Lebih lanjut AKBP Asfuri menyampaikan, pihaknya telah menyiagakan 825 personel kepolisian, 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI, serta dibantu dari Satpol PP dan komponen lainnya yang turut membantu mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019.

“Nantinya anggota TNI POLRI akan kita bagi dalam lima regu untuk mengamankan lima kecamatan. Mereka bertugas untuk melaksanakan patroli, atau pun begitu ada permasalahan di TPS, tim ini sudah siap untuk membantu,” terangnya.

Termasuk juga, lanjutnya, nanti untuk membantu pengamanan di TPS. Apabila ada kerawanan atau ada peningkatan eskalasi massa maupun adanya intimidasi yang dilakukan oleh masyarakat, akan pertebal ke sana.

Terkait pola pengamanan di TPS, Asfuri mengaku, menggunakan pola 1 polri dibantu 6 Linmas untuk mengamankan 3 TPS . Selain itu juga ada pola 1 polri dibantu 10-12 Linmas untuk menjaga 5-6 TPS.

Menurutnya, pola tersebut sengaja digunakan, karena memang selama ini TPS yang ada di kota Malang dianggap cukup aman. Selain itu jaraknya juga tidak terlalu jauh, sehingga masih bisa diamankan secara bersama-sama.

“Pasukan pengamanan akan melekat sampai dengan selesai penghitungan suara. Selesai penghitungan suara, kemudian pergeseran dari TPS ke PPS dan dari PPS ke PPK. Untuk itu kepada seluruh personel pam TPS, apabila ada gangguan atau permasalahan di TPS agar segera melaporkan ke Kapolres. Untuk tindak lanjut pengamanan selanjutnya,” tuturnya.

Disampaikan Asfuri, saat ini TPS yang perlu diberikan pengamanan lebih diantaranya adalah TPS di Lapas Lowokwaru dan Lapas wanita Sukun.

“Di dua TPS tersebut personel pengamanan memang kita lebihkan dibandingkan TPS lainnya. Karena kondisi di Lapas berbeda dengan kondisi di luar,” pungkasnya.

Lihat juga...