Antusias Masyarakat ke TPS Meningkat Dibandingkan Lima Tahun Lalu

Editor: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Di hari pencoblosan yang bertepatan Rabu 17 April 2019, cukup tinggi kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak suara.

Terpantau di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sejak pukul 08.00 Wib telah mengantre di TPS.

Seperti yang terpantau di TPS 11 Padang Limau Manih yang berada di SDN 30 Timbulun, Nagari Aur Duri Surantih, suasana di TPS telah ramai didatangi warga.

Alur pencoblosan pun berjalan tertib, di mana sebelum menyerahkan C6 ke petugas KPPS, masyarakat terlebih dahulu membaca papan informasi terkait tata cara menentukan pilihan di bilik suara.

Petugas KPPS di TPS 11 Padang Limau Manih, Hengki, menjelaskan, di TPS telah mulai dibuka sejak pukul 07.00 Wib pagi. Namun ramainya baru di pukul 08.00 Wib. Hal ini dikarenakan, kebiasaan masyarakat di kampung, harus mengurus rumah dan hal lainnya, dan barulah ke TPS.

“Melihat 5 tahun yang lalu, masyarakat itu baru datang ke TPS sekitar pukul 09.00 – 10.00 Wib, itu pun tidak seramai pada hari ini,” katanya, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, dengan adanya kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak suara, pertanda demokrasi di era kini mulai membaik. Setidaknya masyarakat memperlihatkan harapan untuk negara ini lebih baik lagi ke depan.

Di TPS 11 itu jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 300 orang lebih, dan diperkirakan akan bertambah adanya daftar pemilih khusus (DPK). Berdirinya TPS 11 di SDN 30 Timbulun itu, karena sudah lama ditetapkan menjadi lokasi TPS.

“Pada umumnya masyarakat di sini bekerja sebagai petani dan beberapa orang nelayan. Alhamdulillah hari ini mereka meliburkan kegiatan, untuk mendatangi TPS,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat setempat yang menggunakan hak suara di TPS 11 Padang Limau Manih, Kambaranis, mengatakan, Pemilu 2019 baginya adalah pemilu yang sangat penting, karena menentukan arah Indonesia lima tahun mendatang.

“Ya saya datang bersama anak-anak, di rumah saya ada 7 orang semuanya yang memperoleh C6 untuk menggunakan hak suara hari ini. Tahun kemarin hanya 5 orang di dalam keluarga yang berhak mencoblos. Dikarenakan dua orang anak saya telah memasuki usia 17 tahun lebih, maka di Pemilu 2019 ini mendapatkan C6,” ucapnya.

Ia menyebutkan, banyak harapan masyarakat di Pemilu 2019 ini. Apalagi keluarga yang bergerak sebagai petani. Selama ini, untuk produksi petani terbilang cukup bagus, namun harga jual hasil panen terbilang masih murah.

Untuk itu, ia berharap lima tahun ke depan pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi hasil produksi para petani. Berbicara soal hasil panen terbilang bagus, hanya saja nilai jual yang anjlok.

Penyebab anjlok pun tidak jelas, padahal dahulu harga untuk satu karung padi jenis IR 42 itu nyaris Rp400 ribu, sekarang malah berada di angka yang tidak sampai Rp350 ribu.

“Bagi kita sebagai petani, ini adalah harapan di Pemilu 2019. Mohon diperhatikan betul harga jual hasil pertanian hendaknya. Kalau soal bantuan ya sudah ada, hanya saja bantulah menaikkan harga nilai jual,” harapnya.

Selain di TPS 11 Padang Limau Manih, dari pantauan TPS yang ada di Kecamatan Sutera, memang terlihat terjadi peningkatan antusias masyarakat untuk mendatangi TPS.

Bahkan meski telah usai menggunakan hak suara, masyarakat masih berkumpul di TPS. Hal ini dikarenakan, masyarakat penasaran siapakah orang yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Lihat juga...