hut

Bagasi Berbayar pada Maskapai Pengaruhi Omzet UMKM

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Seiring diterapkannya bagasi berbayar pada beberapa maskapai penerbangan mempengaruhi omzet penjualan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Seperti pelaku usaha oleh-oleh makanan Balikpapan, Aisyah.

Menurut Aisyah yang mengolah makanan berbahan dasar buah naga, sejak bulan Desember 2018 omzet penjualannya mengalami penurunan drastis.

“Penurunan terjadi hampir 60 persen. Itu terjadi sejak bulan Desember 2018 hingga kini. Turunnya terasa banget dan luar biasa,” ungkap perempuan yang memiliki usaha Sambal Buah Naga.

Sejak terjadi penurunan permintaan, lanjutnya dalam sebulan untuk permintaan tidak ada penambahan.

“Biasanya satu bulan bisa dua kali drop barang ke bandara atau pusat oleh-oleh. Tapi sekarang satu bulan saja belum habis, dan satu kali drop itu sebanyak 50 pcs,” katanya yang sudah berwirausaha sekitar empat tahun.

Aisyah mengatakan, dalam setiap bulannya seharusnya ada pemasukan namun saat ini pemasukan mulai berkurang karena adanya bagasi berbayar.

“Misalnya satu bulan ada pemasukan itu sekitar Rp75 juta. Produk olahan makanan buah naga ada 20 item. Apabila kita turun otomatis juga berdampak pada petani buah naga,” keluhnya, Selasa (9/4/2019).

Mengapa berdampak ke petani karena pihaknya tak bisa pesan buah naga lebih banyak karena permintaan juga berkurang.

“Sebulan bisa ambil 100 kilogram, tapi sekarang saya ngga berani ambil dan menyimpan. Karena buah naga tak bisa bertahan lama,” beber Aisyah.

Ia mengaku, sudah menginfokan ke dinas terkait untuk persoalan tersebut namun kini belum ada perubahan.

“Setiap bulan harus ada pemasukan tapi sekarang tidak. Orang mau bawa oleh-oleh bawa box dibatasi. Mau masukkan bagasi takut hancur. Bagasi berbayar sangat berpengaruh pada UMKM. Kami mengadunya ke mana ya,” ucapnya.

Selain itu, Aisyah menyebutkan, produknya juga sudah masuk ke hotel namun barang juga tak bergerak karena pengunjung juga tak bisa membawa banyak.

“Olahan buah naga (Obuga) kita sudah masuk ke hotel-hotel tapi nggak jalan karena pengunjung juga belinya tak bisa banyak. Untuk ukuran 150 gram dibandrol dengan harga Rp20 ribu. Bukan karena harganya tapi beratnya,” imbuhnya.

Lihat juga...