Bandrek, Menghangatkan dan Berkhasiat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Perubahan cuaca kerap menurunkan stamina tubuh, sehingga asupan makanan atau minuman penambah daya tahan tubuh, diperlukan. Misalnya, minuman tradisional yang disebut Bandrek.

Sumiati (40), pemilik warung di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatra, menyebut minuman Bandrek menjadi pilihan pelanggan saat berkunjung ke warung sederhana miliknya. Minuman segar dan hangat tersebut, banyak dipesan karena memiliki khasiat penambah stamina.

Sumiati yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, mengaku mendapat resep membuat Bandrek sejak kecil. Bandrek menjadi minuman khas di tempat kelahirannya yang bersuhu dingin.

Sumiati meramu Bandrek -Foto: Henk Widi

Setelah merantau bersama sang suami di Desa Kekah, Kecamatan Terbanggi Besar,Lampung Tengah, ia meneruskan warisan leluhur dalam membuat Bandrek.

Bagi Sumiati, Bandrek juga memiliki sisi historis, karena ia tinggal di kawasan dataran tinggi yang dingin. Bandrek dibuat sebagai minuman hangat tradisional untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit dalam kondisi hawa dingin.

Seiring perkembangan zaman, minuman Bandrek mulai menyebar ke wilayah lain. Sebagian dijual pada sejumlah warung kuliner. Minuman atau Wedang Bandrek menjadi salah satu menu pada usaha kuliner yang berada di tepi jalan penghubung Kabupaten Lampung Tengah ke Lampung Utara tersebut.

“Minuman Bandrek menjadi warisan kuliner turun temurun dalam keluarga kami, sehingga saat pindah ke Lampung Tengah saya masih meneruskan untuk menjaga kekhasan tradisi khas Priangan, yang juga disukai oleh berbagai kalangan,” terang Sumiati, saat ditemui Cendana News, Sabtu (13/4/2019).

Ciri khas minuman bercita rasa pedas dan manis tersebut, kata Sumiati, membuat Bandrek sangat laris di warungnya. Pasalnya, lokasi tempat berjualan Bandrek merupakan kawasan strategis, berada di dekat Jalinteng serta kawasan industri tempat sejumlah perusahaan berdiri. Saat musim penghujan dengan suhu dingin, Bandrek kerap dipesan oleh masyarakat dan karyawan perusahaan.

Menurut Sumiati, Bandrek memiliki manfaat untuk mengobati masuk angin, tenggorokan sakit serta sejumlah gangguan kesehatan. Khasiat yang berguna mengembalikan kesegaran tubuh, menjadikan Bandrek digemari oleh beragam usia.

Ia mengatakan, bahan yang digunakan untuk membuat Bandrek dominan merupakan bahan alami yang diperoleh dari kebun miliknya. Minat yang besar akan Bandrek membuat ia bisa meracik 50 hingga 80 gelas per hari untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Sumiati menyebut, bahan minuman Bandrek terbilang sederhana. Di antaranya jahe merah, gula aren, kayu manis, cengkih, kapulaga, daun pandan, garam serta cabai Jawa.

Semua jenis bahan tersebut sangat mudah ditemukan di wilayah Lampung, sehingga minuman Bandrek bisa dibuat. Selain bahan tersebut, campuran madu, susu serta telur bebek atau ayam kerap menjadi tambahan sesuai selera pemesan.

Saat Bandrek dipesan, bahan-bahan tersebut sudah disiapkan dalam bentuk bubuk. Proses pembuatan bahan utama, sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya.

Bahan bahan utama dijemur memanfaatkan sinar matahari, selanjutnya ditumbuk menjadi butiran halus. Butiran halus menyerupai tepung tersebut selanjutnya disimpan dalam toples kaca kedap udara untuk menjaga kualitas.

“Bubuk Bandrek akan direbus menggunakan air saat dipesan, dengan takaran tiga sendok makan sekali proses membuat ditambah gula aren,” beber Sumiati.

Cara tersebut diakuinya praktis, agar pemesan tidak perlu menunggu lama untuk bisa menikmati minuman Bandrek. Tambahan daun pandan saat proses perebusan, sebut Sumiati, menambah aroma harum pada minuman tradisional tersebut.

Hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit proses pemanasan air untuk mencampurkan bahan Bandrek. Selanjutnya, bahan Bandrek disaring saat akan dituangkan ke dalam gelas, untuk menghilangkan ampas yang masih tersisa dari bahan Bandrek.

Bela Anjasmara, pelanggan Bandrek di warung milik Sumiati -Foto: Henk Widi

Pada pembuatan Bandrek miliknya, ia juga kerap menambahkan merica dan serai, terutama saat musim penghujan. Pasalnya, dalam kondisi cuaca tidak bersahabat, pelanggan kerap meminta asupan sumber penghangat tubuh dari berbagai bahan alami atau bahan herbal.

Setelah dituangkan dalam gelas, Bandrek kerap diberi campuran madu, susu dan bagi yang menginginkan kuning telur ayam atau bebek bisa menyesuaikan selera.

Bela Anjasmara (21), salah satu staf administrasi di satu perusahaan, mengaku menyukai minuman Bandrek, karena menggunakan bahan alami. Selain itu, dengan kondisi cuaca yang dingin, Bandrek menjadi solusi untuk menambah stamina tubuh, terutama dengan pekerjaan yang membutuhkan kondisi badan fit.

Minuman Bandrek diakuinya menjadi teman saat menikmati kuliner mie ayam yang juga disediakan di warung milik Sumiati.

“Rasanya manis bercampur pedas. Saat diseruput, langsung terasa di lidah dan menghangatkan badan,” beber Bela Anjasmara.

Gadis asal Terbanggi Besar itu, biasa menikmati minuman Bandrek saat pagi atau sore hari. Selain langsung diminum, ia kerap memesan untuk dibawa ke kantor. Meminum Bandrek saat pagi hari, menjadi penghangat bagi tubuh, sekaligus menjaga kesehatan.

Selain mempertahankan kelestarian minuman tradisional khas Sunda, ia menyebut khasiat bagi tubuh sangat terasa. Cukup mengeluarkan uang Rp5.000, bisa menikmati Bandrek dan dengan tambahan telur hanya membayar Rp10.000.

Lihat juga...