hut

Bangkitkan Cinta Budaya Generasi Muda, TMII Terus Berinovasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Membangkitkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus melakukan inovasi, salah satunya dalam gelaran ragam budaya. Generasi milineal dinilai mempunyai andil besar dalam melestarikan seni budaya bangsa.

Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo. Foto: Sri Sugiarti

“TMII kedepan harus lebih baik lagi untuk menghadapi era generasi milineal. Kami pun berupaya terus berinovasi dalam gelaran budaya,” kata Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo kepada Cendana News ditemui pada Family Gathering Keluarga Besar TMII, di Candi Bentar TMII, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

HUT ke 44 TMII bertajuk ‘ Taman Mini Indonesia Indah Merupakan Rumah Budaya Sebagai Wujud Bhinneka Tunggal Ika’ seperti sendratari Ramayana ketiga menunjukkan adanya peran dari generasi muda. Semua penari adalah generasi milineal dari kolaborasi sanggar tari dengan suguhan yang apik.

Begitu pula dengan tari massal Satu Arah ditampilkan diklat-diklat seni anjungan yang ada di TMII. Pawai Budaya Nusantara TMII pun demikian, menampilkan generasi milineal dari diklat seni anjungan.

“Antusias generasi milineal sangat tinggi untuk mengetahui sejarah budaya bangsa,” ujarnya.

Bahkan kata dia, setelah menyaksikan gelaran budaya di TMII, banyak generasi muda yang belajar menari di anjungan. Minat mereka untuk belajar seni itu karena edukasi seni yang selalu ditampilkan.

“Semua kegiatan seni budaya yang ditampilkan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Sebagai sarana pelestarian, TMII setiap tahun menampilkan ratusan pertunjukan seni budaya daerah. Seperti Pawai Budaya Nusantara, parade musik daerah, parade tari daerah, parade lagu daerah, parade musik daerah, parade tari daerah, parade busana daerah, karnaval keprajuritan, karnaval budaya, pameran museum dan lainnya. Hal ini secara tidak langsung menggugah kesadaran generasi milineal menjadi lebih paham ragam budaya Indonesia.

Dalam perkembangan globalisasi, TMII sebagai pusat budaya mulai beradaptasi dengan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman. Melalui Forum Komunikasi Anjungan Daerah (FOKAD) telah meluncurkan Online F-News yang menyajikan informasi mengenai kegiatan seni budaya.

“Ini inovasi publikasi kebudayaan Indonesia, yang membangkitkan minat generasi muda untuk datang ke TMII, melihat gelaran budaya dan bahkan belajar seni di anjungan-anjungan,” ujarnya.

Direktur Umum TMII, Taufik Sukasah (tengah) menyerahkan doorprize sepeda kepada karyawan TMII pada Family Gathering di panggung Candi Bentar TMII, Jakarta, Jumat (26/4/2019). Foto: Sri Sugiarti

Inovasi lainnya, yakni dalam pelestarian sejarah museum telah ditampilkan dengan teknologi kekinian. Dengan tampilan game multimedia. Suasana dalam museum juga diciptakan dengan unik yang bisa mengkomodir generasi muda.

Diklat-diklat seni anjungan TMII juga menyuguhkan edukasi latihan ragam seni budaya daerah yang mampu menginspirasi minat mereka.

“TMII terus berinovasi dalam membangkitkan generasi muda untuk mencintai budaya dan sejarah bangsa. Diharapkan TMII jadi tempat favorit bagi mereka,” pungkasnya.

Lihat juga...