Banjir Ibu Kota, Waduk untuk Kendalikan Volume Air Masuk Jakarta

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menyiagakan seluruh jajarannya di titik-titik terdampak banjir air kiriman dari Bogor. Petugas bersiap  sejak Kamis (25/4/2019) malam. Petugas bersiaga setela Bendung Katulampa, Bogor berstatus Siaga 1, karena ketinggian air mencapai 250 sentimeter (cm).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan untuk menangani banjir, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner di 164 lokasi.

Tim Satgas SDA Kecamatan menangani banjir dengan menyedot air dan melakukan pembersihan tali-tali air. Kegiatan dibantu PPSU kelurahan. Sementara untuk pengangkutan sampah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Anies mengklaim, sampah di Pintu Air Manggarai pada Jumat (26/4/2019) melebihi hari biasa. “Di hari sebelumnya, tidak ada volume sampah sebesar ini. Dari informasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, volumenya sampai sekira 170 ton dalam waktu kurang 24 jam. Ini volume yang luar biasa besar, tim bekerja terus,” kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019) sore – Foto Lina Fitria

Pada pukul 16.00 WIB, Anies menyebut kondisi di pintu air Manggarai belum siaga 1. “Setelah dipantau, ketinggian air juga bertahan sampai pukul 16.00 WIB, namun sudah mulai menurun, yang artinya fase puncak aliran air dari Sungai Ciliwung sudah terlewati. Tetapi konsekuensi dari aliran yang luar biasa besar itu, aliran airnya membawa sampah,” jelas Anies.

Anies menyebut, solusi mencegah banjir adalah dengan membuat waduk. Anies mengusulkan, untuk menambah jumlah waduk di antara Jakarta dan Bogor. Anies menganggap, upaya pencegahan banjir di Jakarta akan percuma dan pembuatan waduk menjadi solusi yang terbaik. “Karena kalau kita hanya membereskan di Jakarta tidak ada artinya. Mengapa? Karena nanti kita akan berhadapan dengan permukaan laut yang lebih tinggi, daripada permukaan air sungai,” jelasnya.

Persoalan yang perlu diselesaikan menurut orang nomor satu di Ibu Kota tersebut adalah, mengendalikan volume air yang masuk ke Jakarta. Bagaimana air bisa ditahan di hulu dan antara hulu dengan Jakarta. Sehingga volume air yang masuk ke Jakarta terkendali.

Saat ini disebutnya, sedang dibangun dua waduk di Kabupaten Bogor, yang ditargetkan selesai di Desember mendatang. Keberadaan dua bendungan tersebut, diklaim akan menurunkan 30 persen volume air. “Dua itu saja sudah signifikan. Jadi mungkin akan diperlukan tiga atau empat kalinya,” tutupnya.

Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Ibu Kota dan daerah penyangga beberapa hari belakangan, menyebabkan volume aliran air sungai yang melewati Jakarta meningkat. Banjir melanda Ibu Kota di sejumlah titik sejak Kamis (25/4/2019) malam.

Sejumlah kelurahan di Jakarta terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung, dampak dari hujan deras di Bogor. Selain Jakarta, beberapa titik di Bogor, Depok dan Tangerang juga ikut terendam. BPBD DKI Jakarta mencatat banjir terjadi di 32 titik di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sedikitnya 2.258 orang mengungsi dan korban jiwa tercatat dua orang.

Lihat juga...