Bantuan Fasilitas Belajar Dukung Pendidikan Anak Penyintas Tsunami Rajabasa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Perhatian terhadap sektor pendidikan bagi penyintas tsunami Selat Sunda masih mengalir dari sejumlah pihak. Sebelumnya bantuan pembangunan ruang belajar baru dari sejumlah donatur dipergunakan untuk membangun sekolah. Terbaru diberikan dalam bentuk Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan rumah pohon pustaka.

Kepala Desa Sukaraja, Sarbini, menyebut bantuan donatur sangat berguna untuk mendukung sektor pendidikan. Dari sekitar 27 kepala keluarga terdiri dari 110 jiwa penyintas tsunami sebagian merupakan siswa sekolah. Pembangunan TPA disebutnya dilakukan di dekat lokasi hunian sementara (huntara).

TPA yang dibangun merupakan bantuan dari masyarakat Bangka Belitung (Babel) Peduli melalui Lembaga Penyiaran Publik TVRI. Upaya tersebut dapat mengakomodir 50 anak dengan tiga guru ngaji di Desa Sukaraja. Sebelumnya, keterbatasan lokasi membuat siswa harus belajar di rumah guru ngaji.

“Kami mendapat bantuan dari sejumlah pihak dan untuk mendukung masa depan anak anak maka dibangun TPA untuk belajar anak anak saat sore hari pelengkap kegiatan belajar di sekolah,” terang Sarbini kepada Cendana News, Kamis (18/4/2019)

Bangunan TPA yang sedang dalam tahap penyelesaian tersebut direncanakan bisa digunakan secepatnya.  Selain fasilitas bangunan, dukungan lain berupa papan tulis, karpet, meja belajar, rak buku akan segera dilengkapi.

Selain bantuan TPA untuk belajar tersebut, sanitasi berupa kamar mandi, toilet, bak air juga dibangun. Kelengkapan fasilitas tersebut selain mendukung kegiatan belajar di TPA sekaligus bisa digunakan oleh masyarakat sekitar TPA.

Fasilitas rumah pohon pustaka dan mushola di huntara Sukaraja. Foto: Henk Widi

Syaifulloh, motivator bagi anak anak penyintas tsunami di Desa Sukaraja menyebut fasilitas pendidikan sangat penting. Selain TPA, rumah pohon pustaka, di lokasi sekitar huntara juga dibangun mushola. Keberadaannya sangat membantu berkegiatan anak anak penyintas tsunami.

“Keberadaan TPA dan rumah pohon bisa menjadi tempat bermain serta belajar dan tempat berkumpul saat relawan datang ke desa kami,” beber Syaifulloh.

Syaifulloh menyebut rumah pohon pustaka juga telah dikonsep menjadi tempat yang nyaman bagi anak anak. Selain berada diteduhnya pohon yang rindang, lokasi tersebut dekat huntara sehingga pengawasan orangtua masih bisa dilakukan.

Lihat juga...