Banyak TPS Bermasalah Soal Logistik di Bekasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

221

BEKASI – Pemilihan umum (pemilu) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bekasi, Jawa Barat tidak berjalan mulus.

Hal tersebut akibat logistik pemilu bermasalah seperti kotak suara kurang, dan jumlah kertas suara belum tersedia di beberapa TPS wilayah setempat.

Bahkan salah satu TPS di wilayah Bekasi Utara dikabarkan dihentikan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) lantaran surat suara DPRD masih belum tersedia. Pemberhentian pencoblosan di wilayah tersebut dibenarkan komisioner Bawaslu Kota Bekasi Ali Mahyail.

Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail -Foto: Muhammad Amin

Bahkan, imbuhnya, masih terdapat beberapa TPS di Bekasi hingga pukul 12.00 WIB belum melaksanakan pencoblosan. Seperti di Kecamatan Medan Satria ada tiga TPS, Kecamatan Pondok Melati, dan di Bekasi Utara.

“Iya betul dihentikan karena tidak ada surat suara DPD RI atau tertukar,” ujar Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail, Rabu (17/4/2019).

Dikatakan, persoalan juga terjadi di TPS 28 dan 29 di wilayah Kecamatan Medan Satria. Hingga saat ini belum dilakukan pencoblosan karena surat suara DPRD yang ganda dan tinta yang tidak tersedia.

“Sebetulnya ini menyalahi undang-undang. Karena peraturannya pencoblosan harus dimulai sejak pukul tujuh pagi,” paparnya.

Selain itu, Ali juga menyebut, distribusi kotak suara pun masih dilakukan pagi hari, seperti di Kelurahan Jatirahayu.

“Keputusan KPU seringkali mepet dengan waktu. Misalnya soal DPTB, itu mepet baru diputuskan. Ketika mereka telah mengumumkan itu maka telat juga pencetakan DPTB, dan sebagainya,” jelas Ali.

Ali menilai, carut marut distribusi logistik saat ini tidak lepas dari kinerja KPU Kota Bekasi yang kerap menggampangkan persoalan.

“Kadang kawan KPU bandel juga. Sudah kita perintahkan nggak dijalankan. Misalnya soal petugas sortir-lipat (sorlip), kan 300 orang. Kita minta ditambah 2 kali lipat nggak dijalankan juga. Dari awal sudah kita ingatkan, petugas sorlip ini kurang,” paparnya.

Pantauan di lapangan, hingga pukul 11.05 WIB, salah satu TPS di Kelurahan Duren Jaya Kota Bekasi, belum melaksanakan pencoblosan. Hal tersebut karena tidak tersedianya surat suara. Setelah menunggu lama pencoblosan dilaksanakan tetapi tanpa ada kertas suara untuk DPD RI.

Sedangkan di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, hampir semua TPS di wilayah setempat kotak suara untuk presiden tidak tersedia. Hal tersebut sempat mendapat protes warga. Karena hingga pukul 09.00 WIB panitia di TPS baru menandatangani kertas suara.

“Ini kacau KPU, hampir semua TPS di kelurahan Aren Jaya kekurangan kotak suara untuk presiden. Awalnya, saya kira hanya tiga TPS saja yang kurang, ternyata hampir merata di kelurahan ini kurang kotak suara,” ujar Handi (35) warga setempat.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, tidak menampik bahwa distribusi logistik pemilu memang masih bermasalah. Namun ia menyebut, saat ini proses pencoblosan telah berlangsung kondusif.

“Sudah kondusif, walaupun banyak masalah juga di lapangan. Iya, bisa seperti itu pemilu susulan, jika direkomendasikan,” ujarnya singkat.

Lihat juga...