Bawaslu Banten Waspadai Politik Uang

144
Ilustrasi - Dok. CDN

SERANG – Badan Pengawas Pemilu Banten mewaspadai potensi terjadinya pelanggaran Pemilu 2019 di masa tenang. Salah satu yang dicermati adalah praktik politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Ketua Bawaslu Banten, Didih M Sudi, mengatakan, mulai Sabtu (13/4/2019) pukul 00.00 WIB, pihaknya bersama dengan Dishub dan Pol PPAKAN, melakukan patroli penurunan alat peraga kampanye. Hal itu dilakukan seiring masuknya masa tenang. “Kita fokuskan masalah politik uang karena dalam masa kampanye potensi politik uang cukup tinggi,” kata Didih M Sudi.

Selain politik uang, yang menjadi fokus pengawalan Bawaslu adalah politisasi sara, dan penggunaan tempat tempat ibadah untuk kepentingan politik praktis pada masa tenang. “Kami minta kepada seluruh peserta pemilu, para tim sukses dan simpatisan peserta pemilu, agar menghentikan segala bentuk kampanye memasuki masa tenang mulai 14 sampai 16 April,” tegas Didih.

Kerawanan lain di Banten pada masa tenang yang menjadi fokus pengawasan adalah mobilisasi ASN dan Kepala desa. “Jadi beberapa fokus itu yang akan kami awasi secara optimal di masa tenang ini. Kepada para peserta pemilu diimbau agar mentaati peraturan yang ada, masa kampanye sudah berakhir kita tinggal persiapan memilih, gunakan hal pilih dengan sebaik baiknya,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada para tim sukses dan simpatisan, jangan mendesak atau mendorong peserta pemilu melakukan pelanggaran. Komisioner Bawaslu Banten, Abdul Rosid Sidik, menambahkan, untuk melakukan pengawasan pada saat pelaksanaan pemungutan suara atau pencoblosan.

Bawaslu menurunkan pengawas TPS di Banten sesuai dengan jumlah TPS yakni sebanyak 33.420 TPS. Namun demikian, terkait dengan saksi yang disiapkan oleh partai politik, Bawaslu menyayangkan tidak maksimalnya parpol mengirimkan para saksi dalam bimbingan teknis dan pembekalan yang diselenggarakan Bawaslu. “Parpol tidak maksimal kirim saksi, masalahnya beragam diantaranya karena faktor biaya yang harus dikeluarkan parpol untuk para saksi tersebut,” pungkas Rosid. (Ant)

Lihat juga...