Bawaslu Banyumas OTT Timses Caleg DPR RI

Editor: Makmun Hidayat

266

PURWOKERTO — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tim sukses salah satu caleg DPR RI dari salah satu partai besar. Dari mobil tersebut, Bawaslu menyita uang senilai Rp5 juta yang disimpan di bawah jok mobil, baju koko, serta pamflet caleg.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Banyumas, Saleh Darmawan mengatakan, pihaknya mendapat informasi awal dari masyarakat terkait adanya pembagian uang di rumah salah satu caleg DPR RI yang berada di Kecamatan Tambak. Dengan menggunakan dua mobil, Bawaslu bersama Gakumdu melakukan pengintaian.

“Kita sanggongi rumah tersebut dan saat ada pergerakan mobil keluar dari rumah, kita ikuti. Kita menghentikan mobil tersebut di dekat masjid Tambak. Ada dua orang penumpang mobil, yang masing-masing berinisial BS dan S. BS mengaku ia mempunyai tugas untuk membantu suara caleg DPR RI dengan inisial TBS, sementar S hanya sebagai teman yang diajak BS ikut naik mobil,” terang Saleh, Selasa (16/4/2019) malam.

Dari dalam mobil, Bawaslu mendapati ada tiga baju koko baru dan di dalam kemasan baju koko tersebut, ada leaflet caleg DPR RI TBS. Selain itu juga terdapat kartu nama caleg DPRD Banyumas dari partai yang sama, berinisial SL.

Anehnya, dalam mobil tersebut juga terdapat beberapa kartu nama caleg DPR RI dari partai lain serta leaflet salah satu pasangan capres yang berbeda partai pengusung.

Sementara uang Rp5 juta yang ditemukan di bawah jok mobil dalam pecahan Rp 100.000. Dari pengakuan BS, uang tersebut bukan untuk dibagikan kepada pemilh, tetapi untuk membayar sewa mobil.

“Sampai tengah malam ini, Panwascam setempat masih mendalami kasus ini, pemeriksaan terhadap BS masih berlangsung,” terangnya.

Selain OTT di Kecamatan Tambak, pada waktu yang hampir bersamaan di Desa Cipete, Kecamatan Cilongok juga ditemukan indikasi money politic. Panwascam setempat menemukan ada lima orang yang mendapatkan uang Rp20.000 dalam amplop kecil.

Temuan selanjutnya di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang yang melibatkan Aparatur Sipil negara (ASN). Pembagian uang dengan tujuan untuk memenangkan salah satu caleg DPRD Banyumas, dilakukan di rumah ASN, yaitu salah satu kepala Sekolah Dasar (SD). Uang sudah di dalam amplop dan beberapa bahkan sudah dibagikan.

“Kasus di Purwojati ini melibatkan ASN, untuk jumlah uangnya masih dalam pendalaman Panwascam, begitu pula dengna kasus di Cilongok,” kata Saleh.

Menurut Saleh, tindakan money politic tersebut akan dijerat dengan Pasal 280 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemilu, dimana dalam pasal tersebut disebutkan, perbuatan menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya, ancaman hukumannya penjara maksimal 2 tahun dan denda Rp24 juta.

“Jadi yang diproses tindak pidana terlebih dahulu, setelah itu baru secara administrasi. Jika keputusan kasus pidananya sudah inkrah, maka otomatis secara admistrasi, misalnya pencalonan dianggap gugur atau sebaliknya, akan mengikuti,” pungkasnya.

Lihat juga...